Korwil BGN Papua Tengah Imbau Tegas ke Seluruh Kepala SPPG di Nabire

NABIRE – Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah, Marsel Asyerem, memberikan imbauan tegas kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah kerjanya di Kabupaten Nabire.
Hal ini menyusul adanya kebijakan penutupan sementara akun Virtual Account (VA) SPPG saat Rakornas di Sentul Bogor, Senin lalu (22/12/2025). Penutupan VA sementara ini, untuk proses rekonsiliasi dan evaluasi periodik.
Marsel Asyerem menekankan, penutupan sementara akun VA ini merupakan prosedur administratif dari BGN pusat, namun operasional di lapangan harus tetap berjalan profesional hingga 31 Desember.
Oleh karena itu, ia meminta para kepala SPPG untuk segera menuntaskan segala bentuk kewajiban finansial kepada mitra penyedia bahan baku.
"Kami mengimbau kepada seluruh kepala SPPG di Nabire untuk segera melakukan pelunasan pembayaran kepada para mitra dan suplier. Hal ini penting agar kepercayaan ekosistem pendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap terjaga dengan baik," ujar Marsel di Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Menurut Marsel, ketepatan waktu dalam pembayaran kepada suplier lokal kunci keberlanjutan program MBG di Papua. Mengingat program ini sangat mengandalkan pasokan bahan pangan lokal, kelancaran arus kas bagi para petani, peternak dan pedagang lokal harus menjadi prioritas utama.
"Jangan sampai kendala administratif menghambat hak-hak para mitra. Kami ingin memastikan bahwa ketika akun VA dibuka kembali di tahun 2026, semua urusan hutang-piutang dengan suplier sudah selesai di Desember ini, sehingga distribusi makanan bergizi bagi anak-anak sekolah tidak terganggu," tambahnya.
#Langkah Mitigasi dan Evaluasi
Penutupan sementara ini juga dimanfaatkan oleh BGN Wilayah Papua Tengah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa distribusi gizi di setiap titik SPPG di Nabire. Marsel mengingatkan bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan adalah harga mati dalam menjalankan amanat nasional ini.
"Sidak dan pemantauan akan terus kami lakukan. Kami mengapresiasi kerja keras para pengelola SPPG selama ini, namun kepatuhan terhadap prosedur administrasi dan kewajiban kepada pihak ketiga harus tetap dikedepankan demi kelancaran program MBG di Bumi Cenderawasih," tambahnya.
Dengan langkah ini, diharapkan seluruh SPPG di Kabupaten Nabire dapat segera merapikan laporan keuangannya dan memulai siklus pelayanan berikutnya dengan kondisi finansial yang sehat dan bersih.
Marsel juga menekankan untuk SSPG agar membayar seluruh mitra, sehingga tidak ada utang dari BGN kepada mitra di tahun 2025 ini.(edi)
Bagikan artikel ini



