NABIRE,– Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (Korwil BGN) Kabupaten Nabire, Marcel Asyerem, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire. Ia juga mendorong percepatan pengoperasian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang baru dibangun agar semakin banyak anak sekolah yang dapat menerima manfaat program tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Marcel Asyerem saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) serta mencuatnya persoalan di tingkat pusat, pelaksanaan program MBG di daerah, khususnya di Nabire, tetap berjalan dengan baik dan tidak terdampak dari sisi administrasi maupun pelayanan.

Persoalan Terjadi di Pusat, Daerah Tetap Berjalan

Marcel menjelaskan bahwa hasil audit yang dilakukan menunjukkan persoalan yang terjadi berada di tingkat pusat dan bukan di daerah.

Ia mengatakan, sebelum adanya temuan tersebut, seluruh daerah telah lebih dahulu menjalani proses audit. Dari hasil pemeriksaan itu, pelaksanaan program di daerah dinilai berjalan sesuai ketentuan, sementara berbagai temuan justru mengerucut pada pengelolaan di tingkat pusat.

"Kalau untuk daerah, khususnya di Nabire, tidak ada persoalan administrasi. Audit sudah dilakukan dan hasilnya baik. Yang menjadi perhatian berada di tingkat pusat, sehingga daerah hanya menerima dampak dari kebijakan yang diambil di sana," ujarnya.

Meski demikian, Marcel menegaskan penggunaan anggaran program MBG tetap akan diawasi secara ketat agar pelaksanaannya semakin transparan dan akuntabel.

Kebijakan Baru Tidak Mengurangi Komitmen Pelayanan

Marcel mengakui bahwa sempat terjadi penyesuaian kebijakan setelah adanya pergantian pimpinan BGN, termasuk penerapan masa jeda pelayanan saat libur sekolah sebagai bagian dari efisiensi anggaran.

Namun demikian, ia memastikan perubahan tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam menjalankan program prioritas Presiden.

"Program ini tetap berjalan. Ketika siswa masuk sekolah, pelayanan kembali dilaksanakan. Apa pun kebijakan pimpinan yang baru, kami di daerah siap mengikuti, tetapi komitmen kami tetap sama, yaitu memastikan Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap dapur-dapur MBG juga terus dilakukan untuk memperbaiki berbagai kekurangan sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

Papua Masih Sangat Membutuhkan SPPG Baru

Marcel menilai kebutuhan dapur MBG di Papua, khususnya Kabupaten Nabire, masih sangat besar.

Menurutnya, kondisi di Papua berbeda dengan beberapa daerah di Pulau Jawa yang justru mengalami kelebihan kapasitas pelayanan.

"Kalau di Papua justru kita masih kekurangan dapur. Banyak wilayah yang belum bisa dilayani karena belum memiliki SPPG. Jadi kita sangat membutuhkan pembangunan dapur-dapur baru," katanya.

Ia menyebut masih banyak masyarakat dari wilayah seperti Wanggar, Yaro, Samabusa Distrik TeluBerjalan

dan sejumlah kawasan lainnya yang menanyakan kapan program MBG dapat menjangkau sekolah-sekolah di daerah mereka.

Nabire Masih Kekurangan Puluhan Dapur MBG

Saat ini, kata Marcel, terdapat sekitar 14 dapur MBG yang telah berjalan di wilayah Kota Nabire.

Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal.

Menurut perhitungannya, Kota Nabire masih membutuhkan sekitar 24 dapur, sedangkan untuk wilayah luar kota diperkirakan masih memerlukan sekitar 30 dapur tambahan agar seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani secara optimal.

Karena itu, Korwil BGN Nabire memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan dapur-dapur baru yang sedang dipersiapkan, termasuk beberapa lokasi yang saat ini sedang dalam proses pembangunan maupun penyelesaian administrasi.

"Semua dapur yang sedang dibangun dan memenuhi persyaratan resmi kami dukung penuh. Semakin banyak dapur yang beroperasi, semakin banyak anak-anak yang bisa menerima manfaat Program MBG," ujarnya.

SPPG Resmi yang Akan Diprioritaskan

Marcel juga menegaskan bahwa BGN memiliki sistem pengawasan terhadap seluruh pembangunan SPPG di Nabire.

Pihaknya mengetahui mana dapur yang dibangun melalui prosedur resmi dan mana yang tidak terdaftar dalam sistem BGN.

Menurutnya, hanya dapur yang telah melakukan registrasi resmi, memiliki identitas yang diterbitkan BGN, serta berada dalam pengawasan Korwil yang akan diprioritaskan untuk dioperasikan.

"Kami memiliki data seluruh dapur resmi. Mana yang benar-benar terdaftar dan mana yang tidak resmi, kami mengetahui. Yang terdaftar dan mengikuti prosedur tentu akan kami dahulukan," jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat maupun pihak-pihak yang ingin membangun SPPG agar mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan dan berkoordinasi langsung dengan Korwil BGN sehingga proses pengoperasian dapat berjalan sesuai ketentuan.

Transisi Kepemimpinan Berdampak pada Registrasi Dapur Baru

Marcel menjelaskan, sejumlah dapur baru sebenarnya telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Namun proses registrasi sementara tertunda karena adanya transisi kepemimpinan di Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, pergantian pimpinan menyebabkan proses administrasi dan registrasi SPPG baru dihentikan sementara sambil dilakukan penataan sistem di tingkat pusat.

"Kami hanya menunggu arahan dari pimpinan pusat. Ketika proses registrasi kembali dibuka, dapur-dapur yang sudah siap tentu akan segera diproses sehingga bisa mulai melayani masyarakat," katanya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi Papua secara objektif dan tidak menyamakan kebutuhan daerah ini dengan wilayah lain yang sudah memiliki kapasitas pelayanan lebih besar.

MBG Investasi untuk Masa Depan Anak Papua

Sebagai putra daerah Papua, Marcel mengaku memahami betul pentingnya Program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak.

Ia mengingat masa kecilnya yang harus bersekolah dalam kondisi lapar. Karena itu, ia meyakini program MBG merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua.

Menurutnya, manfaat program tersebut memang tidak dapat diukur dalam waktu singkat. Namun pemenuhan gizi yang baik akan meningkatkan kemampuan berpikir, daya serap pelajaran, serta perkembangan otak anak sehingga berdampak positif bagi masa depan mereka.

"Saya termasuk orang yang dulu pergi sekolah dalam keadaan lapar. Karena itu saya tahu betapa pentingnya program ini. Mungkin hasilnya tidak terlihat hari ini atau besok, tetapi lima tahun ke depan anak-anak yang kebutuhan gizinya terpenuhi akan memiliki kemampuan berpikir, belajar, dan berkembang jauh lebih baik," ungkapnya.

Komitmen Mengawal Program Presiden

Menutup keterangannya, Marcel kembali menegaskan bahwa Korwil BGN Nabire akan terus mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Nabire.

Ia memastikan seluruh SPPG yang telah beroperasi akan terus memberikan pelayanan kepada para siswa, sementara dapur-dapur baru yang memenuhi persyaratan resmi akan terus didorong agar segera diaktifkan.

"Kami berkomitmen mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis sebagai program strategis Presiden. Semua dapur resmi yang sedang dibangun akan terus kami monitor dan dorong agar segera beroperasi, sehingga semakin banyak anak-anak Papua, khususnya di Kabupaten Nabire, memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang menjadi bekal penting bagi masa depan mereka," pungkasnya.(ist)