Korem 173/PVB: Dari Sawah, Kolam Lele Hingga Hidroponik, Bukti Nyata TNI Bantu Atasi Kesulitan Pangan Rakyat Nabire

NABIRE - Komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional diwujudkan secara konkret oleh Komando Resor Militer 173/Praja Vira Braja (PVB) Nabire. Di bawah kepemimpinan Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, Makorem telah bertransformasi menjadi pusat agrobisnis yang produktif, tak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar.
Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, pada Sabtu (01/11/2025) mengungkapkan keberhasilan panen raya padi yang baru saja usai. “Kemarin kita sudah panen padi kurang lebih 1.5 hektare dengan hasil fantastis, yaitu 4,5 ton beras, bukan gabah,” ujarnya saat memberikan sambutan di Makorem. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa lahan di sekitar markas militer pun bisa menjadi lumbung pangan.
Tak berhenti di situ, Danrem Frits menyatakan bahwa minggu depan timnya sudah bersiap untuk memulai penanaman padi gelombang berikutnya. Ini menunjukkan siklus pertanian yang berkelanjutan dan terencana, membuktikan keseriusan Korem sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan beras di wilayah Nabire.
Selain padi, sektor perikanan juga menjadi fokus utama. Danrem menunjukkan lokasi pemijahan lele yang kini telah berhasil berkat bimbingan ahli dari Biak. “Selama satu bulan anggota kami pelajari dan ini sudah berhasil pemijahan lele. Kalau bapak ibu semuanya ingin ikan lele, datanglah ke Korem!,” seru Danrem penuh bangga.
Saat ini, kolam yang berada tepat di tengah area Korem sudah dihuni oleh sekitar 40 hingga 50 ribu ekor lele berbagai ukuran, dengan kolam lain di sebelah juga turut berproduksi. Keanekaragaman ukuran ini memastikan lele dapat dinikmati sesuai selera masyarakat, mulai dari yang berukuran kecil untuk digoreng kering hingga yang besar.
Inovasi lain yang dikembangkan adalah kebun hidroponik. Sistem tanam ini menggunakan air yang diberi suntikan vitamin, menghasilkan sayuran berkualitas tinggi yang sangat diminati pasar. “Hidroponik ini juga sangat laku. Kalau sudah panen, kadang kala tidak sampai 1 minggu sudah habis terjual,” jelas Danrem.

Tidak hanya sayuran modern, kebun sayur tradisional seperti terong, kacang panjang dan buncis juga dipanen hampir setiap hari. Yang menarik, Korem menerapkan sistem unik: “Ibu-ibu dari Kampung Makassar, dari depan, dari samping datang memetik sendiri dan ke kasir,” kata Brigjen Frits, menunjukkan interaksi langsung antara Korem dan warga.
Pembeda utama program Korem ini adalah komitmennya untuk membantu kesulitan rakyat. Danrem menegaskan, “Yakin dan percaya harganya lebih murah dengan harga pasar,” karena anggota Korem ditugaskan untuk survei harga setiap hari. Tujuannya tulus: “Intinya kita tidak ambil untung, hanya kita ingin masyarakat bisa merasakan keberadaan kita," ucapnya.
Brigjen TNI Frits Pelamonia menekankan, seluruh kegiatan ini adalah wujud nyata dukungan Korem terhadap program utama Presiden RI, yaitu ketahanan pangan, yang juga diturunkan oleh Bapak Gubernur dan Bapak Bupati. Korem, yang baru berumur kurang lebih 1 tahun di Nabire, membuktikan kehadirannya untuk membantu kesulitan rakyat.
Acara pagi itu ditutup dengan panen ayam bersama, yang hasilnya juga akan dibagikan seluruhnya kepada masyarakat sekeliling. Dengan panen berkelanjutan dari padi, sayur, lele hingga ayam, Korem 173/PVB telah menjadi mercusuar kemandirian pangan dan gotong royong di Nabire.(sam)
Bagikan artikel ini



