Kopra Nabire Siap Dipasarkan Keluar Papua
NABIRE – DPRD Kabupaten Nabire melalui Komisi B, Selasa (29/03/22) pada pukul 11.30 WIT mengunjungi Usaha Pengolahan Kelapa Terpadu Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama yang beralamat di Jalan Poros Samabusa – Nifasi, Kampung Nifasi Distrik Makimi. Kedatangan rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Nabire disambut Kepala Koperasi Sasindei, Moses Manuaron.

NABIRE – DPRD Kabupaten Nabire melalui Komisi B, Selasa (29/03/22) pada pukul 11.30 WIT mengunjungi Usaha Pengolahan Kelapa Terpadu Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama yang beralamat di Jalan Poros Samabusa – Nifasi, Kampung Nifasi Distrik Makimi. Kedatangan rombongan Komisi B DPRD Kabupaten Nabire disambut Kepala Koperasi Sasindei, Moses Manuaron.
Tujuan kedatangan DPRD Komisi B tersebut untuk mengetahui lebih dekat tentang proses pengolahan kelapa kopra yang ditangani langsung oleh Koperasi Sisandei Maju Bersama di bawah pendampingan Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, sejak tahun 2018. Bahkan, hasil pengolahan kelapa kopra tersebut akan dikirim ke luar Nabire, tepatnya ke Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Nabire, Drs. Musa Mallisa yang didampingi anggota Komisi B lainnya yakni, Hj. Katherin Maruanaya, H. Azis Baharudin, Mesak Mangopo, mantan Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire, Yance Itji, serta staf Sekretariat DPRD Kabupaten Nabire langsung melakukan pertemuan dengan anggota Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama untuk berdialog dan berduskusi terkait usaha pengolahan kelapa kopra, terkait teknik pengolahan dan hasil pengolahan dari usaha pengolahan kelapa terpadu Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama.
Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya usai kunjungan, Wakil Ketua Komisi B, Drs. Musa Mallisa kepada wartawan mengatakan, kunjungan kerja Komisi B ke lokasi Pengolahan Kelapa Terpadu yang ditangani Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama adalah berdasarkan komunikasi yang terjalin selama ini dengan mitra Kerja Komisi B yaitu, Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire. Karena produksi ini merupakan salah satu produksi UMKM, yang mana dikelola langsung oleh warga masyarakat asli Papua.
“Selama ini petani kelapa di Nabire ini banyak mengeluh, karena kelapa ini di Nabire banyak tetapi terbuang begitu saja, tidak ada wadah untuk bisa mengelola kelapa menjadi sebuah produksi ekspor yang menjanjikan di Nabire. Ternyata di Nabire ini sudah ada wadah pengelolaannya kelapa kopra, bahkan ini sudah ada kerjasama dengan salah satu produsen kelapa kopra di Palu Sulawesi Tengah,” ungkapnya.
Kata Musa, pengolahan kelapa kopra ini sangat potensial di Nabire. Sehingga buah kelapa yang selama ini dianggap tidak bisa menghasilkan sesuatu yang menjanjikan bagi perekonomian masyarakat. Dengan adanya Usaha Pengolahan Kelapa Terpadu Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama, akan mampu menghadirkan terobosan baru bagi Kabupaten Nabire untuk bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan petani kelapa yang ada di Kabupaten Nabire yang selama ini kurang mempunyai pangsa pasar yang menjanjikan.
“Bayangkan, untuk hasil kelapa kopra yang diolah oleh koperasi ini akan dikirim keluar Nabire, dan sudah ada yang siap menampung hasil pengolahannya, yaitu salah satu perusahaan di Palu. Dan untuk kualitas nomor satu dan dua akan diekspor keluar negeri tepatnya ke Pakistan dan India. Ini potensi kita (Nabire, red) dan ini luar biasa. Kalau hal ini tidak berjalan maksimal, hanya karena permasalahan teknis, wah ini sangat disayangkan. Oleh karena itu kami selaku DPRD turun ke lokasi untuk mensinergikan hal tersebut,” ujar Politisi Partai Perindo tersebut.
Selaku Wakil Ketua Komisi B DPRD Nabire, dirinya juga mengajak mantan Kepala Perindustrian, karena menurut DPRD yang lebih memahami awal mula berdirinya Usaha Produsen Kelapa ini adalah Dinas Perindustrian, sehingga untuk menyamakan persepsi terkait dengan kemajuan Usaha Koperasi ini, DPRD harus labih mendalami lagi hal tersebut dan akan ditindaklanjuti ke pemerintah daerah. Dan dalam waktu dekat juga DPRD siap memfasilitasi Kadin Perindustrian yang lama dan yang baru untuk bersama-sama memajukan Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire. Agar program-program besar, seperti Pengolaha Usaha Kelapa maupun Pabrik Pakan yang berada di SP 1, bisa berkelanjutan dan berjalan sesuai dengan harapan masyarakat Nabire dan mendukung program visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Nabire.
Hal senada juga dikatakan anggota Komisi B DPRD Kabupaten Nabire, Hj. Katherin Maruanaya yang juga merupakan politisi Partai Persatuan Pembangunan. Dirinya mengatakan bahwa Nabire juga merupakan daerah pesisir dan kepulauan yang mempunyai potensi pertanian, khususnya kelapa. Dirinya yakin, masyarakat asli Nabire punya potensi di bidang pertanian, apalagi soal kelapa.
“Saya rasa ini harus didukung penuh oleh pemerintah daerah. Saya anak Nabire, dan saya tahu buah kelapa Nabire rasanya itu berbeda dengan kelapa-kelapa yang lain dari luar Nabire, dia punya ciri khas tersendiri dan kualitasnya nomor satu. Pengolahan Kelapa Terpadu Koperasi Produsen Sisandei Maju Bersama ini harus menjadi perhatian kita bersama,” cetusnya.
Menurutnya, direncanakan di bulan April 2022 hasil pengolahan kelapa kopra dari Koperasi Produsen Sisandei ini akan dikirim ke Palu Sulawesi Tengah, karena perusahaan di sana sudah siap menampung hasil kopra ini. DPRD siap mendukung hal ini, dan pemerintah daerah juga pasti akan mendukung hal ini, karena hilir dari produksi ini adalah peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya yakin, pasti Pak Bupati dan Dinas Perindustrian akan mendukung hal ini, karena selaku DPRD, kami juga harus memberikan dorongan dan motivasi kepada masyarakat, pemerintah daerah untuk bersama-sama memajukan daerah ini, demi untuk kemajuan daerah, agar nama Nabire ini juga bisa bergaung hingga ke manca negara,” pungkas Katherin. (cad/ans)
Bagikan artikel ini



