NABIRE – KONI Nabire menggelar rapat bersama para pengurus Cabang Olahraga (Cabor), Sabtu (22/5/21) di GOR Kotalama. Rapat yang dipimpin Ketua Harian KONI Nabire, Madyo Prayitno, dihadiri sejumlah ketua dan bendahara serta pengurus Cabor yang ada di Nabire. Rapat yang digelar selain sebagai ajang silaturahmi, juga ajang berkoordinasi antara Cabor dengan KONI Nabire. Selain itu, dalam rapat juga disampaikan salah satu program KONI Nabire di tahun 2021, yakni penyerahan dana bantuan untuk pembinaan organisasi masing-masing Cabor.

Dalam arahannya, Ketua Harian KONI Nabire, Mado Prayitno mengatakan, imbas dari Covid-10, sejak tahun 2020 belum bisa melaksanakan kegiatan olahraga dengan melibatkan kerumunan massa yang banyak. Hal ini berdampak bagi masing-masing Cabor di Kabupaten Nabire yang belum bisa melaksanakan kegiatan dengan leluasa. Dalam kondisi seperti itu, lanjut Madyo, KONI Nabire di tahun 2020 sempat menyalurkan bantuan alat-alat olahraga kepada masing-masing Cabor.

Lebih lanjut disampaikan Madyo, di tahun 2021 ini berkaitan dengan kegiatan yang melibatkan kerumunan juga masih dibatasi. Sehingga dari pengajuan KONI Nabire di tahun 2021, yang telah disetujuai ada 4 kegiatan. Keempat kegiatan yang telah mendapat persetujuan itu masing-masing, dana pembinaan organisasi, dana operasional KONI Nabire, dana musyawarah kabupaten, dan pengiriman atlet serta wasit yang dipanggil PB PON XX.

Bicara soal dana hibah bagi KONI Nabire, kata Madyo, tahun ini perlakuan dana hibah berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebelumnya, dana hibah dari bupati diturunkan ke KONI Nabire, namun tahun ini tidak bisa seperti itu. Di tahun anggaran 2021 ini yang tertera di hibah melalui Dinas Pemuda Olahraga yang harus kita laksanakan.

“Dana KONI Nabire terbatas. Diharapkan masing-masing Cabor untuk memprogramkan kegiatan agar kita masukan ke pengusulan program, supaya terdaftar di alokasi dana hibah. Karena pertanggungjawaban kinerja jadi program yang dibiayai adalah yang sudah diprogramkan sehingga Cabor harus usulkan program yang jelas,” ujarnya.

Dituturkan Madyo, dalam hal dukungan terhadak pelaksanaan kegiatan, tanggung jawab KONI Nabire hanya ada dua poin. Membiayai Cabor untuk menggelar kejuaraan kabupaten (Kejurkab), serta kejuaraan daerah tingkat provinsi. 

“Kalau untuk open turnamen dan yang sejenisnya, kita ajukan apakah disetujui atau tidak tergantung kemampuan anggaran,” tambahnya.

Ditambahkan Madyo, sekitar tanggal 5 Oktober 2021 adalah akhir kepengurusan KONI Nabire. Selanjutnya akan dilakukan musyawarah kabupaten setelah ada bupati devinitif. 

“Karena untuk wilayah Indonesia bagian timur, untuk ketua umum KONI sudah pasti akan dijabat oleh kepala daerah,” ujarnya. (ros)