Komunitas Pesat Berhasil Mendidik Generasi Bangsa di Nabire
NABIRE - Sejauh ini komunitas Pesat perkembangannya di kota Nabire ternyata berhasil membangun generasi bangsa di dunia pendidikan. Hari ini (kemarin, red) 13 Mei, Kepsek Anak Panah Refly Jefry Umpel, S.S.M.,Pd, di ruang kerjanya SMA Anak Panah Kelurahan Kalibobo menjelaska
Bagikan
NABIRE - Sejauh ini komunitas Pesat perkembangannya di kota Nabire ternyata berhasil membangun generasi bangsa di dunia pendidikan. Hari ini (kemarin, red) 13 Mei, Kepsek Anak Panah Refly Jefry Umpel, S.S.M.,Pd, di ruang kerjanya SMA Anak Panah Kelurahan Kalibobo menjelaskan kelas X dan kelas XI ujian akhir semester dan juga untuk disini mereka akan lihat perkembangan anak dari sisi konfrehensif dan juga sisi perilaku sikap mereka dan nantinya dengan hasil tersebut mereka akan laporkan ke orang tua.
Sesudah itu, kata Refli, saat penerimaan raport juga mereka akan laporkan peningkatan anak dan juga apa yang harus mereka perbaiki ketika mereka naik kelas guru akan melaporkan kepada orang tua secara menyeluruh perkembangan mereka, sedangkan yang kelas tiga mereka sudah lulus dan hasil kelas tiga, lanjut kata Refli, sudah tuntas tanpa ada kendala, akhir dari pada sumber ini Refli hanya menyampaikan perilaku anak yang masuk di sekolah khususnya kalangan Kristiani yang masuk ke SMA Anak Panah karakternya harus menyerupai Yesus Kristus. Maksudnya bersikap atau berkarakter baik bisa membaca dan tidak meniru tindakan-tindakan diluar aturan sekolah mengingat SMA anak panah sasarannya membentuk generasi lebih tegas, lebih cerdas gunakan waktu, isi ilmu untuk petik hari depan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dalam hal ini siswa dituntut selalu berada di wilayah aturan guru-guru SMA Anak panah. Berikut dari SMA Anak Panah tak ketinggalan juga SMK anak panah mewakili Kepsek SMA anak panah Jasmari, Ibu Teli hanya menyampaikan bahwa kegiatan SMK anak panah juga sampai saat ini saat mengikuti ujian nasional sudah berakhir, sedangkan kegiatan selanjutnya ujian semester kelas X dan kelas XI nantinya juga akan dilaksanakan.Menyinggung soal kegiatan SMP dan SMA anak panah baru-baru ini juga SD Agape yang berada di komunitas yang sama melaksanakan kegiatan masak memasak, khususnya kelas VI. Masakan yang mereka masak adalah jenis-jenis masakan dari 5 suku, yakni masakan Padang, masakan Bali, Papua, Manado, Jawa dan sebagai tim juri adalah Mami Luis dan Mami Mery lazim dipanggil si Meri. Mami Luis adalah istri dari Pdt. Daniel Alexander, sedangkan mami Mery adalah istri dari Pdt. Agus Darmadji, dan salah satu tim juri lagi adalah Ibu Evi, istri dari Pak Made. Saat kegiatan masak memasak dari lima budaya ini sangat mengharumkan lingkungan SD Agape, pasalnya banyak yang menghadiri untuk menyaksikan kegiatan tersebut. Menurut Ibu guru Olvi, Ia menyaksikan sendiri cara masak memasak dari jenis lima suku ini sangat luar biasa cuma saja yang paling banyak menunya adalah makanan khas Papua. Sedangkan yang sering kita jumpai di rumah makan Padang, yakni rendang, sedangkan ala makanan Bali pun sangat luar biasa dan juga Jawa rempah-rempahnya dari zaman kuno sampai saat ini masih ada menurut Ibu Olvi khususnya jenis makanan yang mereka santap.Komunitas Pesat yang sampai saat ini membangun sarana-sarana pendidikan baik dari TK, SD, SMP maupun SMA sampai di tahun 2017 ini aktivitas belajar mengajarnya berjalan lancar tanpa ada kendala. Sedangkan kegiatan-kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan oleh Komunitas Pesat, yaitu ibadah bersama, yang dipimpin Pdt. Daniel Alexander, selaku Pembina Yayasan, sedangkan Pdt. Edo Odo adalah Ketua Yayasan Pesat Nabire, untuk komunitas pesat di Nabire hanya memprioritaskan pendidikan demi menyelamatkan generasi-generasi yang berada di Nabire yakni mereka yang akan masuk ke lingkungan pendidikan yang sarannya sudah disiapkan oleh komunitas pesat. Komunitas pesatpun juga sudah menyiapkan guru-guru yang siap melayani baik dari SD sampai SMA. Tak lupa pesan Pdt. Daniel Alexander beliau selalu memesan mengajak komunitas selalu rajin ibadah dan menjaga toleransi dan selalu mengasihi orang serta mengampuni tanpa memandang latar belakang suku dan agama. Pesat lebih mengutamakan apa yang diajarkan Tuhan kepada manusia tentang kebenaran firmannya. TK, SD, SMP dan SMA, SMK anak panah khususnya yang berada di Kelurahan Kalibobo menjelang liburan nanti merekapun ada kegiatan ekstra , seperti yang dikatakan oleh salah seorang guru yaitu kegiatan olahraga di lingkungan sekolah. Berdasarkan pantauan, SMP Anak Panah juga sampai saat ini masih setia latihan mengibarkan Bendera di lingkungan sekolahnya. Kegiatan ini juga dipantau oleh Kepala SMP Anak Panah Budi Santoso, S.Sos, dan yang melatih adalah Pak Guru Yoce. Komunitas Pesat yang ada lingkungan Kalibobo, seperti anak-anak asrama yang terus diawasi oleh Pdt. Novi dan selaku sekretaris yang berada disamping Asrama Anugerah, yaitu Sekretaris Komunitas Pesat, Gunawan.Aktivitas Komunitas Pesat yang ada di Nabire bukan saja berada di lingkungan Kalibobo, tapi tempat-tempat pendidikan, seperti TK ada juga di luar Kalibobo, yaitu TK Sakinah yang ada di Jalan Kusuma Bangsa dan juga salah satu sekolah yang ada di Distrik Teluk Kimi. Oleh sebab itu, Komunitas Pesat perkembangannya lebih fokus kepada mendidik orang jadi pintar, yaitu mengkonsentrasikan ke dunia pendidikan serta mengajar tentang kebenaran firman Tuhan agar kehidupan kerohanian terbentuk, maka disitulah karakter generasi bisa berubah dengan baik dan dari situlah Komunitas Pesat mengantar generasi dari baik ke lebih baik untuk hidup benar di hadapan Tuhan. (ist)
Bagikan artikel ini



