Komisi II DPRD Beri Apresiasi kepada Seluruh Pemangku Pendidikan
DOGIYAI - Sebanyak 51 Sekolah Dasar (SD) dengan peserta ujian 949 siswa/i dan 13 SMP dengan peserta 561 siswa/i telah mengikuti ujian sekolah di Kabupaten Dogiyai hari pertama dengan berjalan aman dan lancar. Hal ini, terang Wakil Ketua Komisi II Dogiyai, Yusak E. Tebay, S.
Bagikan
DOGIYAI - Sebanyak 51 Sekolah Dasar (SD) dengan peserta ujian 949 siswa/i dan 13 SMP dengan peserta 561 siswa/i telah mengikuti ujian sekolah di Kabupaten Dogiyai hari pertama dengan berjalan aman dan lancar. Hal ini, terang Wakil Ketua Komisi II Dogiyai, Yusak E. Tebay, S.Pd.,MAP, selaku wakil rakyat memberikan aspresiasi kepada pihak Dinas P dan K dan seluruh pemangku pendidikan, khususnya pihak Kepala Sekolah (Kepsek) dan dewan guru SD dan SMP se Dogiyai.
Dikatakan Yusak Tebay, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Dogiyai, Andreas Yobe,S.Pd,MM, bersama guru-guru SD dan SMP, yang mana menunjukkan bahwa betul-betul guru adalah tulang punggung negara dan orang-orang terkemuka kasih nama atau julukan kepada guru tidak salah, yakni guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, tapi nama itu di dunia, namun dihadapan Allah nama lain yang akan terima oleh Bapa dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Dogiyai, bersama rakyat Kabupaten Dogiyai mengapresiasi kepada mereka.Tambahnya, Komisi II DPRD Dogiyai, mengingatkan kepada Kepala BPKAD Dogiyai dan pihak-pihak yang lain perlu ketahui, bahwa guru adalah orang tua dari hal kecil sampai hal besar dan dari masyarakat kecil sampai besar, juga dari pemerintahan RT/RW sampai presiden itu berawal dari guru,dengan demikian BPKAD Dogyai jangan lakukan hal seperti kemarin.Jelasnya, yang lakukan kemarin pada saat ujian SMA danSMK itu kalau lakukan lagi berarti anda bukan takut hukum, tapi anda melawan aturan yang ditetapkan oleh NKRI, maka andapun dicap sebagai ikut setuju untuk KKN, sehingga andapun ikut salah. Untuk itu, dana ujian bagi SD dan SMP harus diterima oleh Kadin P dan K Dogiyai devinitif, yaitu Andreas Yobe. “Bila orang lain yang terima berarti KKN. Wakil Ketua Komisi II DPRD Dogiyai berikam masukan kepada para pengambil kebijakan, bahwa hati -hati jangan sampai anda salah mengambil keputusan gara gara keputusan anda membuat anak-anak generasi penerus bangsa ini menjadi korban. Kenyataan yang terjadi di Dogiyai uang ujian SMA dan SMK dari pemerintah daerah tidak diberikan kepada guru-guru bersama Kepala Dinas Andreas Yobe yang telah meminjam dana ke pihak ketiga akhirnya bisa sukses ujian nasional,” tandasnya.Kembali Yusak menegaskan dan meminta, kepada BPKAD dan Bank Papua jangan berani-berani memberikan dana ujian SD dan SMP itu kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dana ujian kemarin SMA dan SMK itu salah sasaran, bukan pada tempatnya. Mudah-mudahan untuk kedepan tidak terulang lagi.“Kepada Kepala Dinas P dan K, Andreas Yobe beserta para guru yang mengambil bagian dalam pelaksanaan ujian sekolah ini Tuhan akan melindungi dalam pekerjaan sehari-hari dan kepada adik-adik yang sedang mengikuti ujian ini harus semangat, dan tekun dalam belajar karena anda adalah tulang punggung negara ini,” imbuh Tebay.(wan)
Bagikan artikel ini



