NABIRE – Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire dengar pendapat dengan 15 Kepala Distrik (Kadistrik) se-Kabupaten Nabire di Ruang Badan Musyawarah (Bamus) DPRD, Rabu (15/5/22). Anggota Komisi A yang membidangi pemerintahan tukar pendapat dengan kepala distrik untuk mendengar langsung kondisi distrik di lapangan terutama di daerah terpencil terjauh dan terisolir (3T). Dengar pendapat dipimpin Ketua Komisi A, Marci Kegou.

Anggota Komisi A DPRD Nabire, Sambena Inggeruhi usai pertemuan mengatakan, dalam pertemuan tersebut para kepala distrik mengeluh dengan dana yang dianggarkan pemerintah melalui DPA, dinilai kecil. Karena setelah memotong PPh dan PPn, kepala distrik hanya menerima sekitar Rp 600 juta pertahun. Karena tidak cukup biaya transportasi, apalagi sekarang harga bahan bakar minyak (BBM) naik. Oleh sebab itu, para kepala distrik meminta pemerintah daerah untuk menambah anggaran per distrik yang diterima per tahun.

Sambena mencontohkan di Distrik Yaur misalnya dianggarkan sebesar Rp 730 juta setelah memotong PPh dan PPn, nilainya berkurang. Demikian juga halnya dengan Distrik Wapoga, nilainya hampir sama.

Legislator dari PKPI ini menambahkan, selain itu para kepala distrik juga meminta perhatian pemerintah untuk memperhatikan fasilitas penunjang pelayanan pemerintah di distrik dan perumahan bagi staf distrik yang memadai.

Para kepala distrik juga menilai pentingnya peningkatan sumber daya aparat pemerintah di distrik dan tingkat kampung berupa pembinaan dan pelatihan peningkatan kapasitas dan kapibiltas sumber daya manusia pemerintahan di tingkat bawah dan dasar.

Selain itu, kata Sambena, menurut kepala distrik selama ini, anggaran dana desa (ADD) yang diberikan setiap kampung setiap tahun anggaran agar pemerintah mempertegas pemanfaatannya untuk memperhatikan bidang kesehatan dan pendidikan di tingkat kampung sebagai urusan wajib yang harus diperhatikan kepala kampung di wilayahnya.

Sementara untuk Distrik Nabire, Sambena menilai pemerintah daerah perlu merehab kantor Distrik Nabire yang juga menyandang nama Distrik Kota. Karena kantor Distrik Nabire berada di tengah kota sehingga kantor distrik sebagai miniatur gambaran pembangunan Kota Nabire. (ans)