Ketua Umum HIPETA Papua Tengah Apresiasi Kunker Wapres RI
NABIRE – Ketua Umum Hidup Petani Nyata (HIPETA) Provinsi Papua Tengah, Kristofel Mara, menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Prof Dr. K. H. Ma’Ruf Amin beserta rombongan ke Kabupaten Nabire. Terlebih khusus berkesempatan untuk menyapa para petani Nabire yang tergabung dalam HIPETA di Pantai Menase, Nabire, Kamis (14/07/23) kemarin.

NABIRE – Ketua Umum Hidup Petani Nyata (HIPETA) Provinsi Papua Tengah, Kristofel Mara, menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Prof Dr. K. H. Ma’Ruf Amin beserta rombongan ke Kabupaten Nabire. Terlebih khusus berkesempatan untuk menyapa para petani Nabire yang tergabung dalam HIPETA di Pantai Menase, Nabire, Kamis (14/07/23) kemarin.
“Kami akan menjalankan kerja sesuai program dengan apa yang sudah dirancang oleh HIPETA. Dalam HIPETA ini kami masih menyiapkan susunan kerja dari kelompok-kelompok tani yang kita bina,” ujarnya saat diwawancarai awak media sesuai Kunker Wapres RI.
Lebih lanjut dikatakan, ada beberapa calon petani yang sudah disiapkan untuk produksi, dan juga bermitra dengan pihak swasta. Untuk itu, lanjut dia, HIPETA membutuhkan keterlibatan semua pihak untuk menjalankan program-program HIPETA agar bisa berjalan dengan baik.
Ditambahkan Kristofel Mara, saat ini HIPETA ada empat bidang yang dijalankan. Yaitu perikanan, pertanian, perkebunan dan peternakan.
Sementara itu, siaran pers dari Panitia Kunjungan Kerja Wakil Presiden di Provinsi Papua Tengah, menyebutkan, HIPETA adalah perkumpulan petani di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, yang didirikan pada tanggal 20 Desember 2022. Kelompok tani yang tergabung dalam HIPETA mengelola berbagai usaha, termasuk kehutanan, perikanan, peternakan, perkebunan, dan ekowisata. Peranan HIPETA bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan kedaulatan pangan di daerah tersebut.
Dengan komunikasi yang solid antara kelompok tani, diharapkan HIPETA dapat menjadi wadah aspirasi untuk memperjuangkan hak-hak petani. Saat ini, jumlah anggota HIPETA sebanyak 292 orang yang tersebar di wilayah Kabupaten Nabire. Rencananya, HIPETA akan membentuk perkumpulan serupa di 7 kabupaten lainnya di Provinsi Papua Tengah.
HIPETA telah berhasil menghasilkan berbagai produk unggulan dalam sektor-sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan peternakan. Dalam sektor kehutanan, mereka menghasilkan kayu gaharu, kayu besi, dan anggrek. Di sektor pertanian, produk-produk seperti keladi, bete, petatas, kacang tanah, jeruk, dan pisang telah berhasil dihasilkan.
HIPETA juga aktif dalam sektor perikanan dengan mengelola keramba ikan laut, ikan lele, ikan nila, ikan mujair, dan ikan mas. Sementara itu, di sektor peternakan, mereka mengembangkan usaha babi, sapi, ayam petelur, ayam kampung, itik, dan kambing.
Dalam pertemuan dengan HIPETA, Wakil Presiden memberikan pesan penting agar program kerja yang telah disusun dapat disesuaikan dengan arah kebijakan pertanian nasional. Wakil Presiden juga menekankan pentingnya melibatkan lebih banyak petani generasi milenial dalam kegiatan pertanian. Mereka memiliki potensi untuk membawa inovasi dan memperkenalkan metode pertanian modern yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan pengetahuan teknologi dan semangat berwirausaha, petani milenial dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian di Papua Tengah.
Selain itu, Wakil Presiden mendorong HIPETA untuk melakukan eksplorasi yang lebih dalam terhadap potensi pertanian lokal. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam yang ada, serta mempromosikan keanekaragaman produk pertanian di daerah ini. Dengan demikian, Provinsi Papua Tengah dapat bergerak menuju swasembada pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Di sela-sela acara, Wakil Presiden juga meluangkan waktu untuk melihat stand pameran HIPETA yang menampilkan beragam produk unggulan dari Papua Tengah. Dukungan penuh juga diberikan Bank Papua kepada 2 (dua) kelompok tani dengan dana bantuan sebesar masing-masing Rp. 50.000.000 kepada Kelompok Tani Floba Mora dan Kelompok Tani Maniwur. Kedepan perkumpulan petani ini harus mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (feb/ros)
Bagikan artikel ini


