NABIRE – Pihak OPM dan juga TNI-Polri diminta untuk menghentikan semua kekerasan di daerah-daerah pedalaman. Terutama kabupaten-kabupaten yang masuk ke dalam daerah konflik, seperti Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan daerah lain-lainnya. 

“Semua itu harus dihentikan. Tidak boleh lagi ada pertumpangan darah di daerah-daerah ini,” harap Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP-PT), Agustinus Anggaibak, S.M kepada Papuapos Nabire Rabu, (22/10/25). 

Melihat situasi kondisi keamanan di Provinsi Papua Tengah belakangan ini, Anggaibak secara tegas meminta agar pihak OPM dan TNI/Polri segera menghentikan konflik bersenjata tersebut, karena tanah Papua ini tanah damai.

"Saya sebagai pimpinan lembaga kultur mengharapkan dan menekan kepada pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, segera cari solusi untuk menyelesaikan semua konflik bersenjata yang ada di daerah-daerah ini, terutama di tanah Papua. Tanah Papua ini masyarakat mau hidup tenang, bukan mau hidup dengan segala persoalan konflik," ujar Anggaibak dengan wajah sedih.

Agustinus menambahkan, tanah Papua ini aparat banyak sekali, sehingga tidak perlu juga ada penambahan-penambahan anggoto aparat lagi dari luar.

Daerah-daerah konflik ini cukup, aparat kita yang ada di Papua ini bisa ditugaskan untuk menyelesaikan masalah-masalah di daerah. 

“Tidak perlu bahwa datang orang yang baru, kemudian datang tidak mengendal masyarakat, tidak mengenal kehidupan orang Papua, kemudian melakukan hal-hal yang aneh-aneh di atas tanah Papua ini. Tanah Papua ini adalah tanah berkat yang Tuhan kasih segala isi kekayaan yang luar biasa, isi alam yang luar biasa,” tambahnya.

Ia berharap hal ini dapat diperhatikan oleh semua pihak, terutama pemerintah pusat, pemerintah daerah harus berkomitmen. Dan semua sektor masyarakat yang ada di tanah Papua, baik itu masyarakat adat, agama dan pemuda, semua harus ambil langkah-langkah positif untuk menjelaskan semua persoalan konflik yang ada di tanah Papua. Jangan biarkan masyarakat hidup ketakutan di atas tanah ini.(rob)