Ketua LDII: Kurikulum Baik Akan Buat Kualitas Pendidikan Meningkatkan
JAKARTA - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua Tengah, H. Nuryadi, S.Pd.,M.MPd , mengungkapkan, kurikulum yang baik dan berkelanjutan akan membuat kualitas pendidikan meningkat.

JAKARTA - Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua Tengah, H. Nuryadi, S.Pd.,M.MPd , mengungkapkan, kurikulum yang baik dan berkelanjutan akan membuat kualitas pendidikan meningkat.
Hal itu ia katakan dalam Podcast Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LDII dengan tema ‘Pendidikan Modal Utama Indonesia Emas 2045’, bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidiin, Jakarta, Jumat (21/2/2025) lalu.
“Kurikulum mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA, perlu ada kontrol yang baik untuk memastikan sistem yang berkelanjutan. Sehingga pendidikan benar-benar menjadi modal menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Nuryadi menegaskan, melalui kurikulum yang baik dan berkelanjutan, akan terbentuk sumberdaya manusia yang unggul. Tentunya melalui proses yang baik dan terarah.
Lanjutnya, berbicara tantangan yang dihadapi generasi muda di era teknologi dan perlunya penguatan pendidikan karakter. “Sehingga tidak terpengaruh dampak negatif, bahkan mampu memanfaatkan teknologi dengan positif,” kata guru MTs As-Syafiyah Nabire tersebut.
Di sisi lain, berbicara kesejahteraan guru, Ketua DPW LDII Papua Tengah itu mengungkapkan, hal itu menjadi hal yang krusial. “Perlu diperhatikan. Tidak hanya untuk kebutuhan hidup pokok, tetapi juga penghasilan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup lainnya,” tuturnya.
Melihat berbagai tantangan di sektor pendidikan tersebut, Nuryadi mengungkapkan, LDII tidak tinggal diam. LDII memiliki program unggulan membentuk generasi penerus yang memiliki 29 karakter luhur.
Menutup podcast, Nuryadi menegaskan, pendidikan harus menjadi prioritas utama. Melalui kurikulum yang berkesinambungan, penguatan karakter peserta didik, pemanfaatan teknologi yang bijak serta memperhatikan kesejahteraan guru. Semoga cita-cita Indonesia Emas 2045 akan tercapai.(edi/ist)
Bagikan artikel ini



