NABIRE – Ketua Kerukunan Keluarga Kawanua (K3), Provinsi Papua, Yori Lumingkewas melantik pengurus K3 Nabire. Saat melantik dirinya berpesan agar warganya membangun hubungan baik dengan sesama baik suku, golongan, komunitas dan paguyuban lainnya. Selain itu, Lumingkewas juga meninta kepada Pemrov Sulawesi Utara untuk menjaga dan melindungi Orang Asli Papua (OAP) yang berada di selatan ujung utara pulau Sulawesi itu.Kata dia, pengurus terpilih K3 Nabire untuk selalu membangun relasi dan kerja sama baik dengan pemerintah daerah, kerukunan K3, tetapi juga dengan kumunitas, suku atau paguyuban lannya.Kemudian, kepengurusan yang baru terpilih dan dilantik agar segera melaporkan strukturnya kepada pemerintah daerah dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol Nabire).“Dan di manapun berada, khususnya di Nabire agar saling menghargai antar satu dan lainnya termasuk kepada orang lain. Kalau kita mengghargai oang sama seperti orang menghargai kita. Komunitas, suku ataupun agama lain, semuanya harus dihargai, saling mengasihi dalam perbedaan. Bila kita menghargai orang lain maka orang juga pasti menghargaai kita, juga termasuk memberi sesuatu kepada orang maka orang lainpun akan memberikan kita sesuatu,” pesannya saat melantik pengurus K3 Nabire usai melantik pengurus K3 Nabire, Jumat (28/2).Yori Lumingkewas, juga meminta kepada 3 yang berada di Nabire untuk selalu menjaga kebersamaan. Dan persoalan kebersamaan di dalam keluarga Kawanua sudah tidak ada sangsi lagi, namun yang perlu diciptakan oleh pengurus yang baru beserta warganya adalah bahwa kebersamaan harus lebih keluar bersama komunitas lain.“Terpenting adalah memYakni antara etnis, bangun kebersamaan  dengan komunitas, suku, paguyuban dan siapapun di sekeliling kita, Ada berbagai gejolak terjadi di Papua sejak dua tahun terkhir dan Nabire lolos dari keributan, ini yang harus dipertahankan,“ pintanya.Iya menginggung insiden Dogiyai yang menewaskan seorang sopir, bahwa hal tersebut jangan sampai memicu persoalan yang lebih besar lagi. Menurutnya bahwa hal serupa bukan hanya terjadi di Papua tetapi di daerah lain juga sama dan itu merupakan insiden tetapi terpanting dengan hal seperti itu.Sehinngga dia berpesan kepada Gereja dan pemerintah di Sulawesi Utara untuk menjaga dan melindungi kurang lebih  enam sampai tujuh ribu Orang Asli Papua (OAP) yang hidup di Manado dan sekitarnya.“Saya minta gereja dan pemerintah di Sulut jaga OAP di sana sebab kami di sini juga dijaga terutama oleh OAP. Kalau tidak saya menyangkal bila hidup di Papua sudah lama ini,” ujar pria yang mengaku hidup di Papua sudah 43 tahun ini.Ketua K3 periode 2020–2025, Handri Pateh, mengungkapkan bahwa program kerja yang akan dilaksanakan pada masa jabatannya adalah program yang tertuang di dalam sidang sesuai hasil Muscab. Namun secara garis besarnya adalah akan bersinergi dengan pemerintah daerah, semua unsur dari kerukukan–kerukunan dari berbaogai suku, komuitas dan paguyuban di daerah ini.“Program utama kami adalah bagaimana membangun hubungan yang baik dengan semua etnis termasuk pemerintah daerah,” ungkap Pateh.Pateh, juga meminta kepada warganya agar tidak terpancing dengan isu–isu yang tidaak bertanggungjawab. Dan berpesan kepada keluarganya di Sulut untuk melindungi OAP di sana.“Saya juga sepakat bahwa warga kawanua di Nabire harus pesan kepada keluarga di Manado untuk lindungi orang Papua di sana dan jaga kedamaian,” tuturnya. (pas)