NABIRE - Di sela padatnya agenda pertemuan gubernur se-Tanah Papua dalam acara Rapat Kerja Pemerintah Daerah Bersama, Badan Pengarah Pembangunan (BPP) se Papua Raya, terselip momen hangat yang terjadi di kediaman Ketua Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Papua Tengah, H. Nuryadi, S.pd.,M.MPd, beralamat di Jalan Rambutan RT 03/RW 02, Kelurahan Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (15/5/2025).

Pertemuan ini menjadi ajang temu kangen antara H. Nuryadi yang merupakan Ketua DPW LDII Papua Tengah sekaligus seorang guru, dengan salah satu muridnya yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua Barat Daya, H. Ahmad Nasrauw, S.Pd.,MM., saat bersekolah di MTs Negeri Fakfak.

Dalam suasana santai namun penuh keakraban, keduanya mengenang masa-masa dibangku sekolah dan berbagi cerita tentang perjalanan hidup dan pengabdian masing-masing.

Ahmad Nasrauw menyampaikan rasa syukur pada Allah SWT dan terima kasih yang mendalam atas didikan dan bimbingan yang telah diberikan oleh H. Nuryadi, yang kini dikenal luas sebagai tokoh pendidikan dan keagamaan di Papua Tengah.

“Dalam Kesempatan hadir diacara Rakor para Gubernur se Papua Raya, tersebut saya teringat bahwa di Nabire ada pak guru H. Nuryadi, yang telah mengajarkan ilmu pengetahuan dan budi pekerti semasa saya bersekolah di MTs Negeri Fakfak," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan rasa syukur bisa ketemu pak guru dalam keadaan sehat wal’afiat, dan masih ceria seperti dulu. Dirinya juga berharap pak guru agar terus memberikan ilmu pengetahuan, motivasi kepada peserta didik agar menjadi generasi yang unggul, berakhlakul karimah.

Sementara itu, H.Nuryadi menyampaikan rasa syukur bisa ketemu kembali dengan muridnya dulu.

Dirinya juga bersyukur kepada Allah bisa ketemu, yang dulu murid, sekarang sudah menjadi seorang pejabat, yaitu menjadi Wakil Gubernur Papua Barat Daya, semoga dalam mengemban amanah selalu diberi kesehatan kekuatan dan kesabaran serta selalu mohon petunjuk kepada Allah SWT agar setiap langkah dan pengabdiannya mendapat pertolongan dan ridho dari Allah SWT.

Momen penuh haru ini menjadi pengingat kuat bahwa hubungan antara guru dan murid adalah ikatan batin yang tak lekang oleh waktu, serta menjadi contoh nilai-nilai penghargaan dan rasa hormat dalam kehidupan bermasyarakat.(edi)