Ketua DPRP Kutuk Penembakan Mimika
JAYAPURA - Aksi penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mil69, Distrik Tembagapura dan menewaskan anggota Brimob Polda Papua,Brigad
Bagikan
JAYAPURA - Aksi penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Mil69, Distrik Tembagapura dan menewaskan anggota Brimob Polda Papua,Brigadir Polisi Firman tewas, Rabu (15/11) dinihari.Ketua DPR Papua Yunus Wonda menyesalkan kejadian ini, menurutnya,tindakan penembahkan yang dilakukan oleh kelompok KKB ini tidak akanmenyelesaikan masalah."Kita mengutuk aksi seperti itu, penembakan seperti ini tidak akanmenyelesaikan masalah, bahkan akan terus menambah masalah baru,” tegasKetua DPR Papua Yunus Wonda kepada wartawan di Jayapura, Rabu(15/11/2017).Menurutnya, persoalan yang terjadi diatas Tanah Papua tidak bisadiselesaikan dengan aksi penembakan, masih ada ruang lain untukmenyelesaikan masalah yang terjadi.Oleh sebab itu, kami imbau kepada kelompok bersebrangan untukmenghentikan aksi-aksi penembahkan. Sebab, hanya Tuhan yang punya hakuntuk menambil nyawa seseorang.“Selalu saya suarakan bahwa menghilangkan nyawa orang itu milik Tuhan.Penembakan dan membunuh orang itu cara-cara yang tidak bermartabat,kita bicara pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi adanyapenembakan ini merupakan tindakan yang melanggar HAM. Ini pelanggaranHAM, hak hidup mereka sudah dirampas dengan cara yang kejam, yaituditembak,” kata Yunus Wonda.Ketua DPR Papua juga menyampaikan duka cita mendalam bagi korban."Kita juga menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya dan sayaharap pihak gereja maupun tokoh adat bisa membantu pemerintahmenyelesaikan masalah yang terjadi di Kabupaten Mimika,” kata Yunus.Terkait masalah penyanderaan warga sipil di Kampung Kimbely danKampung Banti, Yunus mengaku, Pemerintah setempat bersama tokoh agamaharus segera malukan komunikasi persuasif melalui negosiasi sehinggatak menimbulkan konflik dan korban.Selain itu, saudara-saudara yang bersebarangan juga harus memahamimasalah yang terjadi, karena dengan aksi kekerasan seperti penembahkantidak akan menyelesaiakn persoalan. “kami imbau kepada kelompok yangbersebrangan untuk membebaskan warga sipil, bagaimanapun juga rakyatjangan dijadikan sebagai korban,” tutupnya.Diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak dua personelBrimob, Brigadir Firman dan Bripka Yongky Rumte, yang sedang melakukanpatroli di Mile 69, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua. Kejadian inimerenggut nyawa Brigadir Firman."Berawal dari kejadian penembakan, Selasa (14/11), terhadap kendaraanpatroli zona Tembagapura di Mile 69 yang mengakibatkan salah satukaryawan atas nama Raden Totok Sahadewo mengalami luka tembak dibagian paha kanan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri BrigjenRikwanto dalam rilisnya, Rabu (15/11/2017).Karena adanya teror tembakan dan seorang sipil terluka, Satgas TerpaduBrimob Detasemen B Polda Papua kemudian mengadakan patroli sekaliguspenyelidikan subuh hari tadi"Sekira pukul 03.50 WIT, terjadi penembakan yang mengakibatkanBrigadir Firman luka di bagian punggung dan meninggal dunia. BripkaYongky Rumte luka tembak pada punggung," ujar Rikwanto.Jenazah Brigadir Firman dievakuasi dengan helikopter ke Timika. Polisisedang menyelidiki identitas KKB yang menyerang kedua anggota Brimobtersebut.
Bagikan artikel ini



