Kepsek Yapis Nabire : Peringatan Maulid Nabi Bukan Sekedar Seremonial
NABIRE - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekedar tradisi atau seremonial belaka. Peringatan Maulid Nabi yang lebih penting untuk mengingatkan kita kembali bahwa Nabi Muhammad SAW lahir kemudian berjuang menegakkan keimanan manusia. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), Abdul Syukur dalam sambutanya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1446 Hijriyah, di Aula Yapis, Sabtu (21/09/2024).

NABIRE - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekedar tradisi atau seremonial belaka. Peringatan Maulid Nabi yang lebih penting untuk mengingatkan kita kembali bahwa Nabi Muhammad SAW lahir kemudian berjuang menegakkan keimanan manusia. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Pendidikan Islam (Yapis), Abdul Syukur dalam sambutanya pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal 1446 Hijriyah, di Aula Yapis, Sabtu (21/09/2024).
Ia menambahkan, peringatan Maulid Nabi ini, bahwa Nabi Muhammad SAW, untuk memperbaiki, meluruskan ahlaq manusia yang sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Hadits.
"Selain itu atas cintanya kita kepada nabi, kita wujudkan dengan memperingati Maulid Nabi," ucapnya.
Peringatan Maulid Nabi bertemakan meneladani akhlak Nabi Muhammad, sebagai sumber inspirasi generasi.
Abdul Syukur mengatakan, barang siapa yang cinta kepada nabi maka perbanyaklah membaca sholawat. Salah satu faktor utama yang dibawa oleh Baginda Rasulullah adalah perintah sholat. "Apabila kita melaksanakan apa yang dibawa oleh nabi, maka akan terbentuk generasi-generasi penerus islam," ujarnya.
Kemudian apa saja yang dilaksanakan berdasarkan ajaran baginda Nabi Muhammad SAW yakni menegakkan keimanan.
Hal senada disampaikan Ustad Nur Ikhsan dalam tausiyahnya. Maulid nabi menjadi momentum umat islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW yang membawa cahaya islam bagi semesta alam. Peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW sering dilakukan beragam cara. Indonesia khasanah budayanya, mempunyai tradisi yang berbeda-beda dalam merayakan maulid nabi.
Bahwa Baginda Nabi Muhammad telah membawa agama islam ini dari zaman Jahiliyyah menuju zaman islamiyyah. Dari zaman yang biadab menuju zaman yang beradab dan dari alam gelap gulita menuju alam yang terang benderang.
Diahir peringatan maulid nabi ini Ustadz Nur Ikhsan melakukan sesi tanya jawab kepada siswa-siswi Yapis sekaligus mendengarkan khosidah dari siswa-siswi SMA Yapis. Acara ini dihadiri oleh bapak ketua Yapis di tanah Papua yang diwakili, para bapak, ibu guru SMA Yapis, serta tamu undangan yang lain.(sam)
Bagikan artikel ini



