NABIRE - Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago, Melkias Keiya,  SH, kembali mengeluarkan pesan damai kepada seluruh masyarakat yang berada di wilayah Meepago di masa pencalonan Calon Bupati (Cabup) Calon Wakil Bupati (Cawabup) dan juga pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah yang akan maju pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2024.


Dimana dalam pesan singkat yang dikirim ke Redaksi Papuapos Nabire, Rabu (28/8/24), Melkias Keiya meminta agar selama masa pendaftaran Bakal Calon (Balon) bupati, wakil bupati dan juga Bacalon gubernur dan wakil gubernur, masyarakat diminta untuk kewaspadaan dan partisipatif terhadap berbagai potensi resiko.


Dengan demikian Kepala Suku Besar Wilayah Adat Meepago meminta agar ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain perlu waspada konflik antar pendukung dari masing-masing kandidat, warga masyarakat tetap tenang dan menghindari perselisihan yang dapat memicu kerusuhan serta waspada terjadi kecelakaan transportasi selama Bacalon mendaftarkan diri di KPU. Karena hal ini bisa juga memicu kerusahan dan juga waspada provokasi antar kandidat, tim kampanye maupun massa pendukung.


Untuk itu, masyarakat diminta agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing untuk memastikan keamanan dan ketertiban serta juga perlu peningkatan pengawasan dan penegakan hukum di lingkungan kabupaten serta di wilayah Provinsi Papua Tengah yang kita cintai bersama.


Karena dengan kita menjaga keamanan dan ketertiban dari seluruh elemen masyarakat, proses pesta demokrasi Pilkada Serentak akan berjalan aman dan damai.


"Marilah kita jaga Papua Tengah yang aman dan damai selama pencalonan kandidat, selama kampanye dan juga dimasa pencoblosan nantinya,” ujarnya.


Untuk itu, masyarakat diimbau agar menjaga keamanan dan ketertiban dimana kita berada dan tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, sehingga  mulai dari pendaftaran para kandidat bupati, wakil bupati, gubernur hingga wakil gubernur.


"Kita masyarakat harus hati-hati dan bijaksana dalam menyikapi berbagai isu yang akan muncul. Dan pada masa Pilkada Serentak ini masyarakat diingatkan tenang, bijaksana dan waspada dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama informasi yang bersifat provokatif, masyarakat diminta untuk saling menghormati dan menjaga kedamaian, karena kedamian kunci untuk memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik dan lancar," pungkasnya.(des)