NABIRE - Kepala suku besar wilayah Meepago, Melkias Keiya, SH, memberikan apresiasi kepada pihak aparat keamanan, TNI dan Polri yang telah membangun sinergitas dan kemitraan yang sangat mendalam untuk menjaga memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Meepago di saat perayaan natal dan penyambutan tahun baru 2026.

Dalam pesan singkat yang dikirim ke wartawan Papuapos Nabire, Sabtu (3/1/26), Melkias Keiya menilai, bahwa pada sepanjang tahun 2025 lalu wilayah Meepago dihadapkan pada berbagai dinamika sosial, mobilitas masyarakat yang meningkat serta tantangan keamanan di ruas jalan Nabire hingga ke beberapa kabupaten di pegunungan.

Untuk itu, selaku kepala suku menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya menjadi tugas dan tanggung jawab aparat TNI/Polri, tetapi itu menjadi tugas semua dan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah membangun hubungan yang humanis bersama masyarakat Meepago.

Tahun 2025 lalu telah menghadirkan banyak pelajaran, lanjutnya, namun semuanya telah dilewati bersama. Untuk itu, kepada aparat TNI dan Polri marilah menjadi mitra nyata untuk mewujudkan rasa aman dan damai bagi seluruh lapisan masyarakat Meepago.

Dan apabila sepanjang tahun 2025 terdapat kesalahpahaman, kelalaian atau ada kata-kata yang melukai dan menyakiti, selaku kepala suku mengajak seluruh warga Meepago dari 8 kabupaten untuk saling mengenal kembali, saling merangkul dan saling memaafkan. “Kini kita berada di tahun 2026 yang sesungguhnya tidak ada beban dan dendam, tapi hidup dengan hati yang bersih,” ujarnya.

Untuk itu, selaku kepala suku mengajak semua pihak agar memasuki tahun baru 2026 dengan menjaga hubungan solidaritas untuk membangun Papua Tengah yang lebih baik dengan mengedepankan kedamaian, persatuan dan cinta kasih.(des)