NABIRE - Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire Marsel Asyerem menegaskan komitmennya dalam menegakkan disiplin pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala SPPG Siriwini 001 terancam sanksi tegas setelah kembali tidak hadir saat inspeksi lapangan.

Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran Kepala SPPG Siriwini 001 bukan pertama kali terjadi. Hal ini ditemukan saat peninjauan oleh Satgas MBG di dapur SPPG Siriwini 001, Sabtu (28/3/2026).

“Pimpinan kami sebelumnya juga tidak mendapati yang bersangkutan saat kunjungan. Setelah dikonfirmasi, diketahui sedang berada di Makassar,” ujar Marsel.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan Badan Gizi Nasional, seluruh Kepala SPPG wajib sudah berada di lokasi kerja masing-masing sejak 25 Maret 2026. Aturan ini bertujuan memastikan kesiapan penuh menjelang operasional program MBG.

Program Makan Bergizi Gratis dijadwalkan mulai berjalan pada 31 Maret 2026 di Kabupaten Nabire.

Namun hingga inspeksi terakhir dilakukan, Kepala SPPG Siriwini 001 belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadirannya. Kondisi ini dinilai dapat menghambat persiapan operasional dapur MBG.

BGN Nabire sebelumnya juga telah menggelar rapat koordinasi bersama Satgas MBG dan seluruh Kepala SPPG se-Kabupaten Nabire pada Jumat (27/3/2026).

Marsel menjelaskan, rapat tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh aspek teknis dan non-teknis siap sebelum program dijalankan.

“Rapat koordinasi ini dalam rangka persiapan operasional dapur MBG yang direncanakan mulai beroperasi pada 31 Maret 2026,” jelasnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah hal krusial menjadi fokus pembahasan, antara lain kesiapan dapur, penerapan standar keamanan pangan, higiene pangan, hingga penguatan koordinasi antara Satgas MBG dan SPPG.

Selain itu, sistem distribusi makanan juga menjadi perhatian utama. BGN Nabire menekankan pentingnya penyaluran makanan yang tepat waktu dan tepat sasaran.(Agustinus)