Kepala BPBD, Imanuel Monei: Penanganan Bencana di Nabire Telah Dilakukan

NABIRE - Kepala Pelaksana BPBD Nabire, Imanuel Monei, menyampaikan perihal penanganan bencana yang terjadi di Distrik Yaur dan Wanggar sekitar yang terjadi pada 9 Oktober 2025 lalu, penanganannya sudah dilakukan dan Sekda serta Wakil Bupati telah turun langsung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mendukung, namun ia menuturkan tidak ikut turun langsung ke tempat kejadian.
"Sekda sudah datang, namun Sembako serta bahan makanan sudah diberikan tetapi ketika ada bencana yang dibutuhkan untuk masyarakat adalah Sembako atau bahan makanan," kata Imanuel ketika ditemui di Halaman Kantor Bupati Nabire, pada Jum'at (17/10/2025) lalu.
"Perihal pembangunan infrastruktur akan dilihat terlebih dahulu oleh kebijakan Bupati Nabire," tambahnya.
Nabire kembali dilanda hujan deras, dan infrastruktur seperti jembatan rusak akibat banjir. Seperti halnya yang terjadi di jembatan Nabarua atas sampai terjadinya putus jembatan tersebut.
Ia menuturkan belum sempat ke sana dan penanganannya ke depan seperti apa, dikarenakan anggaran kedaruratan Belanja Tidak Terduga (BTT) ada di bupati.
"Kalau bupati perintahkan kerja untuk memakai dana darurat, maka kami akan bekerja. Jadi sementara sampai hari ini kami belum ada penanganan infrastrukturnya, dan masih menunggu arahan dari bupati," ujarnya.
Ia menambahkan, ketika Deputi Pusat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) datang usai gempa besar 6,6 SR yang terjadi Kabupaten Nabire, Imanuel menyampaikan BNPB hanya mempunyai dana Rehab Rekor (RR), akan tetapi anggaran tersebut prosesnya lama dan jika diusulkan tahun ini, maka tahun depan bisa dicairkan.
"Sedangkan penanganan ini harus dibutuhkan cepat, BNPB tidak bisa berbuat sesuatu hanya akan diupayakan dari Dana Siap Pakai (DSP) darurat, dan belum jelas akan dibantu atau tidak," ujarnya.(edi)
Bagikan artikel ini



