TIMIKA – Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Papua Tengah, Nalen Situmorang menegaskan pentingnya percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mimika sebagai bagian dari program prioritas Presiden. Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Mimika, Kamis (12/2/2026).

Sejak mulai dijalankan pada 28 Juli 2025, program MBG di Mimika menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Februari 2026, telah terbentuk 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di empat kecamatan, yakni delapan SPPG di Mimika Baru, lima di Wania, empat di Kuala Kencana, dan satu di Mimika Timur.

Meski demikian, sebanyak 14 kecamatan lainnya, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman, belum terlayani. Untuk menjangkau wilayah tersebut, BGN Papua Tengah akan mempercepat pembentukan SPPG Terpencil dengan tetap mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang berlaku. Skema ini diharapkan mampu memastikan distribusi layanan gizi berjalan merata hingga ke daerah dengan akses terbatas.

Di tingkat provinsi, baru dua kabupaten di Papua Tengah yang telah menjalankan program MBG secara aktif. Enam kabupaten lainnya menyatakan dukungan dan tengah mempersiapkan langkah percepatan, dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, serta validasi data penerima manfaat.

Dalam rapat koordinasi, sejumlah masukan turut disampaikan, terutama terkait variasi dan kesesuaian menu makanan. Pihak BGN menyatakan terbuka terhadap evaluasi dan akan melakukan monitoring menyeluruh terhadap operasional 18 SPPG di Mimika. Penguatan pengawasan menjadi bagian penting agar kualitas layanan tetap terjaga.

Kepala Regional BGN Papua Tengah menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada dampak kesehatan bagi para penerima manfaat. Menurutnya, kualitas dan kecocokan makanan harus menjadi perhatian utama agar tujuan peningkatan gizi benar-benar tercapai.

“Kita tidak hanya berbicara soal tertib administrasi, tetapi juga memastikan makanan yang diberikan aman, bergizi, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat. Daya tahan tubuh anak-anak dan kelompok sasaran harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Selain itu, BGN Papua Tengah mendorong keterlibatan investor dan pelaku usaha lokal dalam mendukung penyediaan bahan pangan dan pengelolaan dapur SPPG. Langkah ini dinilai dapat memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku yang segar dan berkelanjutan.

BGN Papua Tengah juga mengajak Satgas, para kepala dinas, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika untuk bersama-sama mengawal program ini agar berjalan optimal dan tepat sasaran. Dengan sinergi lintas sektor, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal di Papua Tengah.(ist)