NABIRE – Kabupaten Nabire menerima bantuan sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) berupa bantuan sosial tunai dan bantuan sosial sembako kepada 7.930 kepala keluarga.

  Kemensos mengucurkan Bansos tersebut untuk membantu keluarga miskin di tengah wabah Covid-19 di daerah ini.

  Bansos yang dikucurkan Kemensos berupa Bansos Sembako kepada 4.886 kepala keluarga (KK) dan Bansos Sosial Tunai (BST) kepada peserta program PKH sebanyak 1.524 KK  Penyaluran Bansos tersebut, pelaksanaannya dibuka Bupati Nabire, Isaias Douw dengan melauncing Bantuan Sosial Tunai dan program Sembako di Kabupaten Nabire dari Halaman Kantor Pos Nabire, Kamis (14/5) pagi.

  Sedangkan bantuan kepada PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sudah disalurkan melalui rekening masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM).

  Kepala Dinas Sosial (Kadisnsos) Kabupaten Nabire, Ishak saat Launching Bansos Sosial Tunai dan program Sembako mengatakan, bantuan BST dan Program Sembako merupakan bantuan dari Kemensos dalam rangka membantu keluarga-keluarga miskin di tengah wabah Covid-19.

  Bansos yang akan disalurkan untuk Kabupaten Nabire, bantuan sosial tunai kepada 1.925 kepala keluarga dan program Sembako kepada 4886 kepala keluarga.

  Usai launching, Kepala Dinas Ishak kepada wartawan mengatakan, Bansos BST diberikan berupa uang sebesar Rp600.000 dibayarkan untuk 3 bulan April Mei dan Juni, penyalurannya melalui Kantor Pos, BNI, dan Bank Rakyat Indonesia.

  Sedangkan bantuan program Sembako, kata Ishak, ini program jaring Pengaman Sosial (JPS) yang berubah nama menjadi beras Rakyat Miskin (Raskin) dan terakhir bantuan pangan non tunai (BNPT).

  Jumlah Keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima bansos program Sembako di Kabupaten Nabire sebanyak 4.886 KK masing–masing mendapatkan bantuan Rp200.000 setiap bulan. “Program ini reguler, berjalan sepanjang tahun dan dibayarkan per triwulan.

  Jadi untuk tahap ini, dibayarkan untuk Januari - Maret,” jelasnya. Penerima manfaat, KPM langsung mengambil langsung di BRI atau unit-unit BRI di kampung-kampung yang ada di Nabire. “Hari ini, BRI mulai membayarkan kepada masyarakat,” tutur Ishak.

  Program Sembako, jelas Ishak, KPM dapat belanjakan di BRI Link atau e-warung yang menyediakan toko dan kioas Sembako, tempat belanja oleh KPM melalui kartu ATM yang dibagikan oleh BRI.

  Data keluarga penerima manfaat Bansos program raskin alokasi 1.925 yang dialokasikan ke Nabire sebanyak 1.524 dari jumlah keluarga miskin di Kabupaten Nabire sebanyak 14.825 KK  Sementara untuk Bansos lewat program PKH, Ishak menjelaskan, dari jumlah keluarga miskin di Kabupaten Nabire sebanyak BST sebanyak 1.570 keluarga penerima manfaat.

  Berdasarkan data yang dikeluarkan Kemensos, keluarga penerima manfaat yang akan menerima Bansos BS di Kabupaten Nabire, sebanyak 1.520 KK yang tersebar di Distrik Dipa sebanyak 124 KK, Distrik Mora 28 KK, Makimi 162 KK, Menou 110 KK, Nabire 326 KK, Nabire Barat 37 KK, Napan 48 KK, Siriwo 168 KK, Teluk Kimi 229 KK, Teluk Umar 74, Uwapa belum, Wanggar 27 KK, Wapoga 27 KK, Yaro -, dan Distrik Yaur 160 KK. Sementara untuk bantuan pangan non tunai (BPNT) akan disalurkan kepada 4.886 KK tersebar di Distrik Dipa sebanyak 43 KK, Mora 168 KK, Makimi 734 KK, Menou 176 KK, Nabire 891 KK, Nabire Barat 642 KK, Napan 78 KK, Siriwo 25 KK, Teluk Kimi 492 KK, Teluk Umar 96 KK, Uwapa 189 KK, Wanggar 976 KK, Wapoga 94 KK, Yaro 255 KK, dan Distrik Yaur 27 KK. Program bantuan sosial tersebut, Kemensos melibatkan Kantor Pos untuk mengantar bantuan ke keluarga penerima.

  Karena itu, saat launching, Bupati Isaias juga melepas petugas Pos secara simbolis.

  Mewakili keluarga penerima Bansos, Lukas K Sametan mengatakan terima kasih kepada pemerintah melalui Dinas Sosial dan Kementerian Sosial yang membantu keluarga miskin di tengah wabad corona.

  Karena, keluarga miskin merasakan dampak dari wabah corona sehingga menyampaikan syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah kepada rakyat kecil di daerah ini. (ans/eby)