NABIRE – Ini merupakan suatu momentum dalam rangka penguatan percepatan program 5 Quick Wins dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), dan pada kegiatan ini juga fokus untuk menumbuhkembangkan kualitas keluarga sebagai isu strategis di dalam kementerian kependudukan, bukan untuk membatasi tetapi dimana akan memberikan jaminan kesehatan untuk ibu dan anak.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, S.E.,M.S.i mengatakan, dalam Kemendukbangga memiliki program stategis, yaitu 5 Quick Wins, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gertak), Lansia Berdaya (Sidaya), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), layanan terkait kependudukan dan keluarga berencana dalam satu platform digital (Super Apps).

“Ini adalah 5 langkah strategis yang dilakukan oleh kementerian saat ini, yang paling penting dilakukan adalah Genting karena berhubungan dengan orang tua asuh cegah stunting,” kata Sarles dalam wawancaranya, Rabu (13/8/2025) lalu.

Seluruh provinsi yang ada di Papua dihadapkan dengan masalah stunting, atau kurang gizi yang dimana angkanya tidak begitu signifikan dan rata-rata di atas 10 persen, dan ini harus disosialisasikan.

“Penguatan terhadap kepada keluarga sehingga terhindar dari masalah stunting dan untuk mengupayakan serta meningkatkan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya sebuah keluarga,” ucapnya.

Tujuan ke depan untuk akan mencapai generasi emas Indonesia ketika memasuki tahun 2045. Dan agar Provinsi Papua Tengah serta kabupaten Nabire berkolaborasi, sehingga program-program penguatan keluarga ini sangat penting untuk membangun generasi yang akan datang.

“Hari ini kita butuh generasi yang sehat, cerdas, pendidikan baik, kesehatan baik, maka dia akan menempuh kualitas sumber daya yang baik,” tutupnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire, Paulus Talakua, S.KM.,M.Kes, menuturkan sasaran Genting untuk Kabupaten Nabire 283, dan langkah-langkah yang dilaksanakan telah melakukan intervensi orang tua asuh kepada anak asuh sekitar 31 dan orang tua asuh yang disiapkan sekarang 40.

“Dukungan kepada para kader, Puskesmas untuk saling mendukung kegiatan ini, saya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah untuk kolaborasi,” ujarnya.

Ia mengajak untuk memulai dari diri sendiri dulu lalu baru keluar, dan ada 25 orang tua asuh yang nantinya untuk menyelesaikan sisa dari 232. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Provinsi Papua Tengah, Dr. Agus, M.Kes,CH,Med.CHt, Gubernur Provinsi Papua Tengah, yang diwakili oleh Asisten II Setda Provinsi Papua Tengah, Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H. Tumiran, S.Sos.,M.A.P.(edi)