NABIRE – Pembangunan kompleks pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah di Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal Juni 2026, progres fisik pembangunan Kantor Gubernur, Gedung DPRD, dan Gedung Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah telah mencapai 20,03 persen atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 18,10 persen.

Perkembangan tersebut disampaikan Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Wilayah Papua, Abdul Halil Kastella, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti di lokasi pembangunan, Rabu (3/6/2026).

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wakil Gubernur Deinas Geley, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

“Kami sampaikan bahwa sampai dengan saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 20,03 persen. Angka ini lebih tinggi dari rencana yang ditetapkan, yaitu 18,10 persen. Artinya pelaksanaan di lapangan berjalan baik dan masih sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar Abdul Halil.

Ia menegaskan bahwa selain mengejar target waktu, kualitas pembangunan tetap menjadi perhatian utama. Pengawasan dan pengendalian proyek dilakukan secara berkala agar bangunan yang dihasilkan memenuhi standar konstruksi dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami terus melakukan monitoring dan pengendalian agar pekerjaan tidak hanya cepat, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” katanya.

Pembangunan kompleks pusat pemerintahan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp355 miliar dan mencakup pembangunan tiga gedung utama yang nantinya menjadi pusat administrasi pemerintahan Provinsi Papua Tengah. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mendukung percepatan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti menyampaikan apresiasinya atas kemajuan pembangunan yang dinilai berjalan sesuai rencana.

“Bersama Ibu Wamendagri dan Bapak Gubernur serta Wakil Gubernur Papua Tengah, hari ini kami mengunjungi proyek pembangunan kantor gubernur, DPRD, dan MRP. Saya cukup surprise dan memberikan apresiasi karena Papua Tengah secara bersamaan membangun tiga kantor sekaligus,” ujar Diana.

Menurutnya, selain pembangunan tiga gedung utama, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan pembangunan tiga tower pendukung yang terdiri dari Gedung A, Gedung B, dan Gedung C yang dibangun secara terintegrasi.

“Ini luar biasa, ada tiga tower juga yang dibangun berdekatan dengan kantor gubernur, DPRD, dan MRP. Kalau kita lihat progresnya cukup bagus, bahkan yang bersumber dari APBD juga menunjukkan perkembangan yang positif,” katanya.

Diana optimistis seluruh pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditetapkan, yakni pada Desember 2026.

“Mudah-mudahan dari progres ini semuanya bisa selesai tepat waktu di akhir Desember 2026. Ini tentu akan sangat mendorong jalannya pemerintahan di Provinsi Papua Tengah ke depan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah tetap perlu diperkuat, terutama terkait beberapa aspek teknis pembangunan yang masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.

“Tadi Pak Gubernur juga menyampaikan ada usulan perubahan pada bagian atap. Ini tentu perlu kita bahas secara detail lagi bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pemerintahan di Papua Tengah memiliki arti strategis sebagai fondasi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Saya pikir pembangunan Papua Tengah akan menjadi legacy dan ini titik awal kebangkitan masyarakat Papua menuju Papua sejahtera,” kata Ribka.

Ia mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, DPRD, MRP, serta seluruh pihak yang terlibat dalam mengawal pembangunan pusat pemerintahan tersebut.

“Saya sampaikan terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, serta jajaran MRP dan DPRD yang telah mengawal pembangunan ini. Saya yakin pembangunan di Papua Tengah akan menjadi legasi penting sekaligus titik awal kebangkitan masyarakat menuju Papua yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Usai meninjau kompleks pusat pemerintahan, rombongan melanjutkan kunjungan ke proyek Irigasi Jaringan Tersier Kalibumi guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Papua Tengah.

Dengan capaian progres yang melampaui target, Pemerintah Provinsi Papua Tengah optimistis pembangunan pusat pemerintahan dapat selesai sesuai jadwal dan menjadi simbol kemajuan serta penguatan tata kelola pemerintahan di provinsi termuda di Tanah Papua tersebut. (ist)