NABIRE - Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos.,M.Si dalam sambutannya pada syukuran peringatan Hari Bhayangkara ke–76 tahun 2022 yang dilaksanakan Selasa (5/7/22) bertempat di Loby Mapolres Nabire Pukul 11.30 WIT mengatakan, pada saat ini kondisi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat dalam keadaan aman dan kondusif. Kondusifitas yang di alami hari ini adalah berkat kerjasama dan kebersamaan semua elemen masyarakat, terutama TNI/Polri yang terus berupaya menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif. 

“Jika Kabupaten Nabire tidak aman dan tidak kondusif, maka bukan hanya Kabupaten Nabire yang menjadi korban, tetapi semua kabupaten yang ada di wilayah Papua tengah juga akan terkena imbasnya, mengingat Nabire adalah sentral beberapa kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah,” tutur Bupati Mesak. 

Lanjutnya, beberapa waktu lalu, DPR- RI telah menetapkan 3 (tiga) Daerah Otonomi Baru (DOB) atau Provinsi baru di Papua, yakni Provinsi Papua Tengah Beribukota di Nabire, Provinsi Papua Selatan Beribukota di Merauke dan Provinsi Papua Pegunungan Tengah beribukota di Wamena Jaya Wijaya, adalah berkat Tuhan. banyak yang beranggapan atau meragukan bahwa, Nabire tidak mampu menjadi Ibukota Provinsi Papua Tengah dan pasti jaminan keamanan tidak berjalan dengan baik. Tetapi, selaku Bupati Nabire Dirinya menjamin bahwa Nabire pasti akan aman dan kondusif. 

“Kita masih hidup di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, maka apapun kebijakan, keputusan dan program pemerintah Pusat untuk kemajuan Papua, pasti akan di akui oleh Pemerintah Nabire. Saat ini, Saya akan konsentrasi penuh untuk bertatap muka dengan enam Suku Pesisir dan dua Suku Pegunungan, untuk siap menjadi Tokoh-Tokoh di Provinsi Papua Tengah dan menjadi Tuan di Provinsi Papua Tengah,”ujarnya.

Dirinya mengakui, beban untuk mewujudkan Provinsi Papua Tengah yang sejahtera sangat berat, hanya dengan APBD Kabupaten Nabire yang sangat kecil atau sebesar 1,2 Trilyun sangatlah berat, beban kerja besar, tetapi Anggarannya sedikit. Tetapi, atas kemurahan Tuhan, DPR- RI telah menetapkan Ibukota Provinsi Papua Tengah yang sebelumnya di tetapkan di Timika, dialihkan kembali ke Nabire sesuai rancangan awal, itu menandakan campur tangan Tuhan ada untuk Nabire. 

Dirinya menghimbau, kepada seluruh warga masyarakat Nabire, para Kepala –Kepala Suku, TNI/Polri untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Kehadiran Provinsi Papua Tengah adalah untuk anak cucu kita kedepan, hari ini kita berkarya untuk anak cucu kita kedepan, bukan untuk siapa-siapa. (cad)