KEE Berkontribusi Lestarikan Sumber Daya Alam Papua
NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire beberapa hari lalu telah menggelar rapat koordinasi tim pengelola Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Selain itu, peserta Rakor yakni para kepala dinas dan pihak lainnya juga berkesemaptan turun lapangan ke dua lokasi, Kampung Sima dan Wanggar Pantai. Bertujuan optimalisasi agar mampu memberikan kontribusi optimum bagi kelestarian sumber daya alam Nabire. Melalui terapan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan warga kampung-kampung sekitar lokasi KEE.

NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire beberapa hari lalu telah menggelar rapat koordinasi tim pengelola Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Selain itu, peserta Rakor yakni para kepala dinas dan pihak lainnya juga berkesemaptan turun lapangan ke dua lokasi, Kampung Sima dan Wanggar Pantai. Bertujuan optimalisasi agar mampu memberikan kontribusi optimum bagi kelestarian sumber daya alam Nabire. Melalui terapan pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan warga kampung-kampung sekitar lokasi KEE.
Saat Rakor, Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI), sebelumnya melakukan riset di tahun 2018 lalu. Sebuah konferensi internasional tentang keanekaragaman hayati, ekowisata, dan ekonomi kreatif. Di Tanah Papua telah diselenggarakan di Manokwari, Provinsi Barat, bertemakan “Kelanjutan berikut solusi cerdas pembangunan di tanah Papua” dihadiri seribu orang perwakilan pemerintah daerah dan pusat, kedutaan besar negara asing, universitas, LSM/NGO, masyarakat adat, dan semua sektor.
Rakor mengesahkan dokumen rencana aksi pengelolaan KEE Kabupaten Nabire. Turut menandatangani diantaranya, Asisten I Setda Nabire, La Halim, S.sos, Kepala Bappeda Nabire, Dr.H. Mukayat. Dokumen tersebut bertujuan untuk mendorong adopsi kebijakan penataan ruang. Agar seluruh areal KEE ditetapkan menjadi kawasan strategis dari sisi kepentingan lingkungan hidup.
Sementara itu, konservasi keanekaragaman hayati dan system penyangga kehidupan merupakan bagian dari program pembangunan nasional. Sebagai strategi bagian dari program pengelolaan hutan berkelanjutan yang mencakup program peningkatan kwalitas lingkungan hidup melalui upaya pembinaan KEE. Dalam rangka penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dari sektor-sektor kehutanan dan tata guna lahan. Peran masyarakat lokal dan masyarakat adat untuk mengutamakan kearifan lokal sangatlah penting, berdasarkan analisis jasa lingkungan ekosistem bahwa banyak area yang berada di luar kawasan konservasi di Tanah Papua yang memiliki area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). (feb)
Bagikan artikel ini



