NABIRE - Seusai memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tingkat Distrik Yaro, Kadistrik Yaro Nicolaus Kegiye bersama para Kepala Kampung (Kakam), Babinsa, Bhabinkamtibmas kampung maupun para peserta upacara masuk di dalam kantor distrik untuk mengamakan persepsi dan kesepakatan bersama terkait dengan kerusakan pada kebutuhan utama bagi kita, yakni jalan raya yang terkikis oleh air Kali Yaro dan ada beberapa jembatan yang rusak parah baik itu dari Yaro distrik maupun Yaro pantai.

Dan direncanakan besok, Selasa (18/8), Kadistrik Yaro bersama beberapa orang, yakni Kakam, Babinsa, kepala suku adat serta diwakili staf akan bertemu Bupati Nabire, Isaias Douw.

Pantauan di ruang Kantor Distrik Yaro, Senin(17/8), Kadistrik Yaro Nicolas Kegiye menyampaikan, dalam membuka dan mengamakan persepsi atau kesepakatan bersama terkait program perbaikan jalan dan jembatan itu kami sudah sampaikan kepada Kementerian PUPR Pusat  tahun lalu, tetapi dengan adanya Covid-19 ini terhambat sehingga kebutuhan utama bagi kita tidak terwujud.

Besok kita akan ketemu dan lapor kepada Bupati Nabire dan DPU.

Dikatakan Nico Kegiye, sekarang ini moment penting bagi kita untuk membuka dan menyampaikan saran, masukan dan pendapat kepada peserta yang hadir untuk kita mengambil dan mengakomodir atau kesepakatan bersama sebelum kita ketemu bupati dan dinas terkait di Kabupaten Nabire.

Sebab kita tidak bergerak mulai sekarang besok lusa atau satu bulan kedepan jalan dan jembatan rusak lebih parah alias orang tidak bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari.

“Trasportasi jalan darat yang rusak parah di Kali Yaro sebelah ini apakah kita buka jalan baru dari sebelah tiang listrik atau yang jalan lama itu yang dapat dinormalisasikan agar kedepan kita tidak mengalami kesulitan, sehingga kalau kita perbaki jalan yang lama itu dilaksanakan pekerjaan gorong-gorong di dekat kali Yaro itu,” katanya seraya meminta kepada warganya untuk menyampaikan saran dan masukan.

Kesempatan itu, salah satu staf distrik menyampaikan kalau kita membuka jalan baru itu akan terganggu dengan tiang listrik, jadi alangkah baiknya untuk menormalisasi jalan yang lama, akhirnya semua penyampaian yang disampaikan oleh peserta upacara dapat dirangkum dan satukan bersama membuat jalan lama itu  dinormalisasi kembali.(modes)