NABIRE - Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah, Katherin Maruanaya melakukan kunjungan ke Kampung Goni dan Kampung Napan Yaur, Distrik Teluk Umar, Kabupaten Nabire, Jumat (29/11/24), guna melihat secara langsung dan berinteraksi dengan warga masyarakat tentang persoalan yang dihadapi warga, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Katherin, Kampung Goni merupakan kampung paling ujung di wilayah Kabupaten Nabire, sehingga perlu ada perhatian serius dari pemerintah daerah, karena kampung-kampung yang berbatasan langsung dengan kabupaten-kabupaten lain jarang dilirik oleh Pemerintah. Dengan adanya kehadiran Provinsi Papua Tengah ke depan, Kampung Goni bisa menjadi perhatian serius bagi pemerintah dalam hal pemerataan pembangunan.

“Selama ini seperti yang disampaikan masyarakat, bahwa keadaan sekolah yang ada ini di Kampung Goni masih kekurangan guru, bahkan yang mengajar di sekolah ini adalah mereka dari Yayasan Pengharapan. Dan diharapkan juga untuk segera pemerintah menindaklanjuti hal ini, kita butuh guru di pelosok-pelosok untuk kemajuan pendidikan kita,” ungkap Katherin.

Selain pendidikan, terkait bidang kesehatan juga masih menjadi aspirasi masyarakat Kampung Goni untuk menghadirkan tenaga-tenaga medis untuk melayani masyarakat di Kampung Goni, yang hingga saat ini belum ada pelayanan kesehatan.

Hal senada juga dikatakan Kepala Kampung Goni, Charles Sadi, dimana sebagai kepala kampung dirinya sangat berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan aspirasi masyarakat Kampung Goni. Masyarakat Goni membutuhkan tenaga guru, tenaga medis dan penyuluh pertanian untuk menjadikan Kampung Goni yang lebih maju kedepan.

“Terimakasih Katherin Maruanaya, Anggota Dewan Provinsi Papua Tengah yang telah mengunjungi kami di Kampung Goni, kami butuh tenaga medis, tenaga guru yang definitif di kampung kami, di Goni ini hanya ada satu guru definitif, yaitu kepala sekolah saja, satu guru kontrak dan dua guru dari yayasan tangan pengharapan. Kami berharap kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah maupun kabupaten untuk menempatkan tenaga guru dan tenaga kesehatan di kampung kami,” tutur, Charles Sadi.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dan juga Provinsi Papua Tengah untuk memperhatikan salah satu guru honor atas nama Chalvin untuk diangkat menjadi PNS dan guru definitif, karena selama ini hanya dirinya yang betah tinggal dan mengajar di Kampung Goni sampai hari ini. Dimana, SD YPK Ottow Geisler Kampung Goni selama ini hanya ada pengajar-pengajar yang betah dan tinggal bersama masyarakat di kampung selama ini, adalah orang-orang hebat dan hanya bersandar pada Tuhan.

“Kami juga berharap kepada pemerintah daerah melalui instansi terkait untuk membantu kami dalam pemberdayaan nelayan dan petani. Dimana, hasil laut yang kami dapat dan kami jual kepada penadah selama ini tidak sebanding dengan kebutuhan ekonomi, kami minta pemerintah bisa memperhatikan hal ini kedepan. Bahkan, ikan yang kami jual kepada penadah itu selalu menjadi utang, karena dibayar nanti setelah beberapa bulan, padahal kebutuhan sehari-hari untuk menghidupkan keluarga tidak bisa ditunda. Ini yang perlu kami minta kepada pemerintah segera melihat hal ini,” pungkasnya. (cad)