Kasus HIV di Nabire masih Tertinggi
NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire mencatat angka kasus HIV dari data surveilans kurang lebih secara kumulatif 90.794 kasus dari penemuan pertama sampai dengan di bulan Juni 2024 dan dari tahun 2023 kasus positif berjumlah 704 kasus dan di tahun 2024 bertambah menjadi 398 kasus.

NABIRE - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nabire mencatat angka kasus HIV dari data surveilans kurang lebih secara kumulatif 90.794 kasus dari penemuan pertama sampai dengan di bulan Juni 2024 dan dari tahun 2023 kasus positif berjumlah 704 kasus dan di tahun 2024 bertambah menjadi 398 kasus.
Saat ditemui di Aula Hotel JDF, Senin (29/07/2024), Kepala P2M Bidang P2P Dinkes Nabire Alfred D Lambey, SKM.,M.Kes mengatakan, pencapaian Dinkes Nabire di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit menular, penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa, deteksi surveilandans dan imunisasi.
“Penyakit menular HIV/AIDS, Tuberkulosis (TBC) dan di Kabupaten Nabire sudah cukup tinggi, untuk angka kasus HIV yang terlaporkan dari statistk, kurang lebih secara kumulatif 90.794 dan ini data surveilans dan penemuan pertama sampai yang ada sekarang di Juni 2024," katanya.
Tambahnya, untuk tahun 2023 kita menemukan kasus positif sejumlah 704 kasus dan kasus positif di 2024 sejumlah 398 kasus.
Upaya-upaya yang dilakukan Dinkes Kabupaten Nabire untuk menangani persoalan penyakit HIV adalah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, bekerjasama dengan Dinas kesehatan Provinsi Papua Tengah dan untuk Puskesmas yang sudah melakukan perawatan dukungan pengobatan, kurang lebih ada 11 Puskesmas layanan mandiri.
“Untuk melatih mengembangkan kapasitas tenaga pengelola HIV dan IMS di beberapa Puskesmas yang ada, dan juga berupaya untuk memenuhi kebutuhan obat dan logistik yang ada, Puskesmas Nabire Kota, Puskesmas Samabusa, Puskesmas Siriwini, Puskesmas Nabarua, Puskesmas Karang Mulia, Puskesmas Karang Tumaritis, Puskesmas Bumiwonorejo, Puskesmas Kalibumi, Puskesmas Wanggarsari, Klinik Santo Rafael dan RSUD Nabire,” katanya.
Lanjutnya, 2025-2026 untuk Puskesmas Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mandiri yang akan kita jadwalkan, yaitu Puskesmas Kimi, Puskesmas Lagari, Puskesmas Wadio, Puskesmas Yaro, Puskesmas Kalibobo.
Sementara itu, Kepala Dinkes Provinsi Papua Tengah, Silvanus A. Sumule, menambahkan, Kabupaten Nabire merupakan yang paling tinggi untuk kasus HIV, penularan HIV 955 kasus yang terjadi di Papua Tengah.
“Karena perilaku hubungan seksual, beberapa kasus tinggi diantaranya HIV tinggi, TBC tinggi, Kusta tinggi dan ini penyakit-penyakit menular, dan untuk penyakit yang tidak menular seperti kencing manis, jantung, struk, ginjal dan hipertensi,” tandasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



