Kasus Kematian Babi di Nabire Mulai Menurun
NABIRE - Berdasarkan laporan dari Penanggungjawab Posko Penanggulangan ASF, Fransisco M. Maker, S.PT., kasus kematian babi yang terkena penyakit African Swine Fever (ASF) sudah mulai menurun dibandingkan pada kasus di akhir tahun 2024.

NABIRE - Berdasarkan laporan dari Penanggungjawab Posko Penanggulangan ASF, Fransisco M. Maker, S.PT., kasus kematian babi yang terkena penyakit African Swine Fever (ASF) sudah mulai menurun dibandingkan pada kasus di akhir tahun 2024. Dalam satu hari kematian tertinggi mencapai 158 ekor babi, sedangkan kematian pada hari Rabu kemarin sebanyak 14 ekor babi.
Akan tetapi, penurunan kematian tersebut belum bisa menjadikan Nabire keluar dari zona merah, dikarenakan harus melakukan pengecekan secara menyeluruh, lanjut Fransisco ketika ditemui wartawan Papuapos Nabire di ruang kerjanya, Kamis (16/01/2025).

Menurutnya, untuk menekan penyebaran virus tersebut Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Nabire sudah melakukan penyemprotan secara menyeluruh dengan disinfektan di kandang-kandang maupun dilokasi penguburan.
Disnak juga sudah membagikan disinfektan untuk melakukan penyemprotan secara mandiri dan membagikan serum yang akan disuntikan kepada ternak secara berkala selama tiga kali. Selain itu, Disnak juga melaksanakan edukasi kepada masyarakat agar tidak memindahkan ternak dari daerah tertular.
Berdasarkan pengamatannya secara sepintas, l upaya menekan penyebaran virus tersebut dinyatakan berhasil, terutama penyuntikan serum.
Hal tersebut terkonfirmasi melalu ternak yang sudah disuntik serum di wilayah yang sudah terkontaminasi virus tersebut sampai saat ini masih sehat. “Upaya tersebut masih belum akurat karena harus diuji secara ilmiah,” ungkapnya.

Lanjut Fransisco mengingatkan para peternak babi agar mereka tetap menerapkan biosekuriti secara ketat di peternakan mereka. Demikian ini penting, karena menurutnya virus penyebab ASF ini dapat bertahan lama di lingkungan dan berpotensi terbawa masuk melalui orang, barang dan hewan yang masuk ke peternak.
Selain itu, kebutuhan serum di Nabire saat ini masih tinggi, dirinya berharap bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah bisa segera terealisasikan. “Karena serum yang ada saat ini sudah mau habis,” pungkasnya.(amd)
Bagikan artikel ini



