NABIRE - Aparat gabungan TNI-Polri dan Satpol PP dikerahkan untuk mengamankan aksi massa dalam penyampaian aspirasi dari masyarakat yang mengatasnamakan Gabungan Mahasiswa Intan Jaya (GMIJ) di dekat perempatan Jepara II, Kabupaten Nabire, Kamis (23/7/2026).

Aksi ini digelar guna menyikapi dinamika situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) yang terjadi di Intan Jaya beberapa waktu terakhir.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., C.P.H.R., menegaskan situasi secara umum di wilayah Nabire tetap aman, terkendali dan kondusif.

Dalam pengamanan ini, Kapolres Nabire turun langsung ke lapangan didampingi oleh unsur pimpinan TNI setempat, yakni Danlanal, Dandim 1705 Nabire dan Danyon 753/AVT Nabire.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan kesepakatan bersama antara kepolisian, TNI, tokoh agama, tokoh adat serta tokoh masyarakat, aksi kali ini difokuskan pada titik-titik tertentu tanpa adanya aksi berjalan kaki massal (long march).

“Kami sudah sepakat bahwa tidak ada long march dari titik-titik terjauh. Langkah ini diambil untuk mencegah kemacetan panjang serta mengantisipasi potensi kekacauan (chaos) akibat penyusupan oknum pihak ketiga,” tegas Kapolres.

Sesuai dengan surat pemberitahuan yang diterima pihak kepolisian, terdapat 5 titik kumpul massa sebelum nantinya menuju ke DPR PT, yakni di Pasar Karang Tumaritis, Jepara II (dekat Hotel Adamant), SP 1 Nabire Barat, Uswim Nabire, Pasar Siriwini (dekat RSUD).

Aspirasi masyarakat direncanakan akan disalurkan dan diterima langsung oleh pimpinan dan anggota dewan di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah. Pihak keamanan telah berkoordinasi dengan pimpinan DPRP agar ada perwakilan yang siap menerima aspirasi para demonstran.

Menjawab kekhawatiran terkait potensi massa yang memaksakan diri melakukan long march, Kapolres Nabire menekankan aparat akan mengedepankan negosiasi dan pendekatan humanis.

“Kami tidak pernah melarang penyampaian aspirasi karena itu dilindungi oleh undang-undang. Namun, kita harus melihat dinamika daerah. Jika ada yang bersikeras, kita dengarkan dulu, kita bernegosiasi, lalu kita rangkul kembali agar tercipta komunikasi dua arah yang saling mengerti,” jelas Kapolres.

Pihak kepolisian mengimbau seluruh warga Kabupaten Nabire untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak perlu panik, karena aparat keamanan siap menjaga situasi agar tetap kondusif. (luk)