NABIRE - Untuk mendengar keterangan secara langsung apa yang terjadi di wilayah Kabupaten Dogiyai pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan 9 Juli lalu, akhirnya Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin Hamdan Zoelva, menggelar teleconference dengan Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si. Menurut Ketua Majelis Hakim Konstitusi, Hamdan Zoelva, keterangan dari Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si dinilai sangat penting dan diperlukan sebagai upaya pendalaman keterangan saksi dari yang dihadirkan semua pihak saat sidang di hari sebelumnya.   Teleconference yang terhubung dari Gedung MK, Jakarta, dengan Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si di Universitas Cenderawasih Jayapura itu berlangsung sekitar 40 menit, yang disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi, serta disaksikan langsung oleh warga masyarakat. Dalam keterangannya, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si menyampaikan banyak hal, mulai dari pendistribusian logistik Pemilu di dua Kabupaten, yakni Nabire dan Dogiyai, yang mana dua wilayah tersebut menjadi wilayah tugas Polres Nabire. Dalam keterangannya, dirinya menjelaskan, proses pemungutan suara dan rekapitulasi pada prinsipnya berjalan baik dan damai, walaupun ada beberapa kejadian khusus yang tercatat dalam laporan pihak kepolisian. (cad)