Kamis, KPU Nabire Akan Simulasi Pencoblosan
NABIRE – Kamis (14/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire akan melaksanakan simulasi tentang pencoblosan Pemilu yang akan m
Bagikan
NABIRE – Kamis (14/3), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire akan melaksanakan simulasi
tentang pencoblosan Pemilu yang akan melibatkan pimpinan Partai Politik
(Parpol), Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi
pemerintah. Kegiatan tersebut akan digelarkan dari Aula Gereja Sion, Karang
Tumaritis, Nabire. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nabire, Willem Degey usai memonitor pelipatan surat suara,
Senin (11/3) mengatakan persiapan internal sudah, tinggal melaksanakan
sosialisasi kepada Parpol sebagai peserta Pemilu Legislatif dan Pemilihan
Presiden/Wakil Presiden bersama pemerintah daerah. Di dalam kegiatan tersebut,
KPU akan mengundang Forkopimda Nabire. Degey mengatakan Pemilu kali ini, pemilih akan berhadapan dengan lima kertas suara. Dan didalam
surat suara, tidak ada foto dari calon legislatif (calon anggota DPR dan DPRD).
Yang ada foto hanya untuk calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan
pasangan Presiden/Wakil Presiden. Oleh sebab itu, kata Willem, akan memerlukan waktu agak lama untuk mencari nama partai dan nama
calon. Kendalanya bagi pemilih yang tidak bisa membaca dan tidak mengetahui
nama partai dan nama calon, membutuhkan waktu lama. Kalau yang tahu nama partai
dan nama calon pilihannya secara benar, waktu yang dibutuhkan bisa sekitar 3
menit. Tetapi bagi yang belum bisa baca tulis, KPU membatasi waktu sampai 10
menit. Kendati demikian, Ketua KPU mengatakan pihaknya akan menyiapkan petugas di TPS untuk menuntun
pemilih yang belum bisa baca tulis, tinggal pemilih yang bersangkutan
menyebutkan pilihan kepada siapa. Pemilu serentak tahun ini berbeda dengan Pemilu Legislatif beberapa kali lalu. Karena itu,
Willem Degey mengatakan KPU menyiapkan Relawan Demokrasi yang diterjunkan ke
tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pencoblosan saat
pemungutan suara di TPS. Menyadari akan repotnya pencoblosan pada Pemilu tahun ini, peserta sosialisasi UU nomor 7
tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)
Kabupaten Nabire, Sabtu (9/3) lalu meminta KPU untuk memperbanyak sosialisasi
pencoblosan di daerah ini. Ketua KPU Kabupaten Nabire, Willem Degey mengatakan selesai sosialisasi pencoblosan
kepada pengurus Parpol di tingkat kabupaten, KPU Nabire juga akan turun ke
distrik untuk sosialisasi ke tengah masyarakat ke masing-masing distrik. Selain
itu, KPU juga menyiapkan tenaga penuntun lewat penyelenggara di tingkat bawah.
Anggota Komisi II DPR
RI, Komarudin Watubun dalam sosialisasi tentang UU Pemilu juga mengajak
pengurus partai untuk sosialisasi pencoblosan kepada masyarakat di daerah ini.
Karena ketika salah coblos, yang rugi adalah partai politik, sehingga Parpol
juga harus ambil bagian di dalam sosialisasi pencoblosan.(ans)
Bagikan artikel ini



