NABIRE- Pada makna bahasa kata filsafat berarti cinta kebijaksanaan. Ini lahir di jaman Filsuf Socrates ketika ia mengalahkan para senator Yunani Helenis yang mendominasi pendapat publik pada zaman itu.

Socrates mengalahkan mereka semua dengan prinsip dirinya yang cinta terhadap kebijaksanaan atau hikmat. Dia mengalahkan lawan debatnya dengan frasa bahwa hanya sedikit yang manusia tahu, dan kebanyakan manusia sok tahu padahal yang tak diketahuinya lebih banyak.

Karena dia dianggap ancaman besar oleh petinggi senat, maka ia dihukum mati minum racun. Dari dia lah lahir cinta kebijaksanaan yang kemudian dikenal filsafat.

Pers juga harus menuju cinta kebijaksanaan.  Itu secara makna bahasa dari kata filsafat. Dari sisi makna filsafat metafisika, memahami bahwa ontologi membawa kita kepada satu realitas (eksistensi tunggal) yang tetdiri dari fisika dan metafisika, materi dan immateri. 

Dalam istilah terminologi filsafat disebut hariji atau kenyataan luar. Sedangkan lawannya adalah benak pikiran. Sedangkan lawan eksistensi (ada) berupa tiada, itu hanya ungkapan yang tak memiliki nilai.

Dalam konsepsi realitas luar, konsep esensi (mahiah) dan konsep eksistensi (wujud) menjadi satu dan tak bisa dibedakan. Melebur dalam satu realitas. Dalam benak atau abstraksi resfektifal, baru lah dua konsep eksistensi dan esensi bisa terpisah. Dan pers ada dalam abstraksi resfektifal benak.

Makanya sumber pengetahuan dan nilai pengetahuan ditentukan oleh benak setelah menentukan pengetahuan pertama berupa konsepsi (subjek) dan dinilai oleh afirmasi (predikasi). Pekerjaan pers adalah mengangkat konsepsi dan memberinya nilai setelah melakikan verifikasi. Pekerjaan hunting atau liputan bagi wartawan adalah tindakan mencari subjek konsepsi dan memverifikasinya melalui konfirmasi, klarifikasi, observasi, infestigasi atau riset dokumentasi.

Tulisan-tulisan wartawan di media jangan hanya sebatas layanan informasi seremonial yang penuh dengan pernyataan-pernyataan klise yang mengambang. Namun harus menukik kedalam hakikat untuk apa pemerintahan itu ada. Disana ada tugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia. Untuk itulah pemerintah ada. Sejauh mana mereka mengemban amanat itu, itu yang harus terus dipantau oleh pers kebangsaan.

Secara filsafat Bangsa Indonesia wajib menganut filsafat metafisika, yang mengakui realitas fisik dan realitas metafisik. Karena bangsa Indonesia lahir dari DNA Falsafah Pancasila. Dan meninggalkan filsafat Barat yang membuang realitas metafisika. Dan untuk menulis berita features membutuhkan melibatkan perasaan yang metafisis.

Dalam pikiran seorang wartawan ada dua konsep, yakni konsep wujud (eksistensi) berupa adanya sesuatu. Dan konsep mahiah (esensi) berupa apa sesuatu itu. Dan verifikasi adalah pemberian nilai pengetahuan terhadap subjek konsepsi yang khusus. (amd)