NABIRE – Menghadapi pandemic Covid-19, masyarakat di wilayah Meepago diminta untuk mengikuti anjuran pemerintah. Dengan adanya pandemic Covid-19 berimbas terhadap kesehatan dan nyawa kita terancam. Dengan demikian diharapkan masyarakat Meepago perlu ada kesadaran untuk wajib social distancing, wajib physical distancing, wajib higienis, wajib masker, serta wajib memeriksakan diri jika melakukan kontak eraat dengan penderita. Hal ini seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua, dr. Robby Kayame, saat dihubungi Papuapos Nabire, Rabu (29/4) kemarin. “Saya harap supaya ini menjadi masalah kita bersama. Karena penyakit ini, nyawa dan kesehatan kita yang terancam. Jadi saya harap semua masyarakat itu perlu ada kesadaran untuk wajib mengikuti anjuran pemerintah,” ujarnya. Ditanya soal penanganan Covid-19, kata dia, Dinkes Provinsi Papua memberikan buffer stock alat kesehatan ke masing-masing kabupaten di Provinsi Papua. Selain membantu Alat Pelindug Diri (APD), rapid test, obat-obatan, masker, Dinkes Papua juga akan siapkan tenaga relawan yang akan membantu di kabupaten-kabupaten di Provinsi Papua. “Bantuan alat kesehatan seperti APD berapa yang dikirim itu kita bisa hitung kebutuhan perawat, dokter dan tenaga medis lainnya. APD itu khusus buat petugas kesehatan yang ada di rumah sakit, yang ada di surveilan tracing contact, Puskesmas juga kita siapkan,” tuturnya. Lebih lanjut dikatakan dr. Roby Kayame, di Provinsi Papua memiliki stok rapid tes yang sudah didistribusi sebanyak 21.000. Lanjut dia, Provinsi Papua mempunyai target untuk rapid tes sebanyak 50.000. Namun jika kurang, akan ditambah lagi bisa sampai 100.000 rapid tes.  “Rapid tes ini kita hanya semacam penunjang, dengan harapan pemerintah daerah harus siap diri juga,” tambahnya.  Dikatakan Kadinkes Papua ini, rata-rata penderita di Papua progresnya bagus. Dalam mengangani pasien positif Covid-19, kita menggunakan protocol pengobatan di Wuhan, Korea, maupun Jepang.  “Tingkat kesembuhan di Papua cukup tinggi. Dan saya harap masyarakat jangan takut, karena kebanyakan yang berobat itu semua sehat dan diperkirakan semua akan sembuh yang positif. Kami genjot lebih banyak rapid tes. Jika hasil rapit tes positif, justeru kami senang. Karena kami bisa temukan cepat dan langsung lakukan tindakan pengobatan untuk kesembuhan,” jelasnya.  Ditanya soal pasien positif Covid-19 apakah harus diisolasi di rumah sakit, jawab dia, kalau yang positif itu mereka yang masih kuat, masih sehat atau dalam taraf ringan dan sedang, kita bisa mencari tempat yang khusus dalam isolasi dan ada perawat atau dokter yang bisa memantau mereka. Sementara untuk rumah sakit khusus mereka yang sudah tingkat berat yang butuh fentilator.  Pada kesempatan itu dirinya juga sempat menyinggung rencana Pemprov Papua yang akan membangun laboratorium pemeriksaan di sejumlah kabupaten.  “Selama ini kita angkut sampel dari kabupaten-kabubpaten ke Jayapura, Jadi dalam waktu dekat kami akan bangun laboratorium di Timika, Nabire, Wamena, Merauke dan Biak,” tuturnya. (ros)