Kadin Mulai Take Off Demi Memajukan Pelaku Ekonomi di Papua Tengah

NABIRE - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merupakan wadah bagi seluruh pengusaha Indonesia, baik usaha negara, koperasi maupun swast yang bergerak di bidang perekonomian.
Dalam rangka memajukan pelaku usaha ekonomi di wilayah Papua Tengah, Kadin menggerakkan ekonomi Papua Tengah ini dalam rangka mendorong UMKM, pengusaha lebih khusus sebagai pengusaha lokal. Bagaimana kadernya hadir memberikan pelayanan yang baik, memberikan jalan, mempermudah proses-proses administrasi kepada para pelaku-pelaku usaha, baik yang lokal maupun yang nasional.
Ketua Kadin Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobay, saat jumpa pers kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (24/2/26) mengatakan, kegiatan ini sangat penting dan menjadi program awal di tahun yang baru. Bagaimana selama tahun kemarin pihaknya telah mengikuti kegiatan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional), rapat pimpinan provinsi yang dilakukan di tahun kemarin itu menjadi rujukan kita telah melakukan beberapa macam program.
"Program itu sudah dikemas dengan sekumpulan pendapat para tokoh-tokoh, para pengurus-pengurus Kadin, para tokoh ekonomi yang ada di Papua Tengah dan telah kita rumuskan bersama-sama di tahun ini," ujarnya.

Alexander Gobay, di awal tahun ini Kadin Papua Tengah mau take off dan mulai melakukan banyak program dalam rangka mendukung visi misi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah di sektor ekonomi. “Di mana terkadang Kadin melihat Nabire ini potensinya tambah. Tetapi kita di Kadin ini sedang berpikir ada nilai tambah yang mesti harus digerakkan oleh para pelaku ekonomi di Papua Tengah,” ujarnya.
Selain tambang, yakni perikanan, perkebunan, pertanian, para wisata dan sektor-sektor yang lainnya dalam rangka menambah nilai tambah dari pendapatan yang ada atau SDA yang ada di Papua Tengah. Program-program itu sudah dikenal serapi dan besok akan dipaparkan.
Dirinya berharap ekonomi yang menjadi unggulan di 8 kabupaten itu dikemas menjadi satu kajian dan hingga saat ini sudah 99% akan dipresentasikan hasilnya yang sudah digarap selama sebulan dan itu akan menjadi rujukan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan akan dipresentasi kepada gubernur selanjutnya gubernur akan melakukan revision review.(rob)
Bagikan artikel ini



