Jika Gunakan Data Salah, Perencanaan dan Seterusnya Akan Salah
NABIRE – Jika memulai menggunakan data yang salah, maka perencanaan juga akan salah. Tak hanya itu, penganggaran dan selanjutnya juga akan salah. Hal ini seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINKESP2KB) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus A. Sumule, SP.OG(K), sesaat setelah mengikuti Rakor yang digelar Bepperida Provinsi Papua Tengah, beberapa hari lalu.

NABIRE – Jika memulai menggunakan data yang salah, maka perencanaan juga akan salah. Tak hanya itu, penganggaran dan selanjutnya juga akan salah. Hal ini seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DINKESP2KB) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus A. Sumule, SP.OG(K), sesaat setelah mengikuti Rakor yang digelar Bepperida Provinsi Papua Tengah, beberapa hari lalu.
Kata dia, saat Rakor, Kepala Bapperida menjelaskan pentingnya data. Diakui data sepertinya itu masing-masing sektoral, data-data belum terintegrasi dan belum menjadi satu data.
“Hari ini seluruh data kita menggunakan proyeksi. Contohnya jumlah kita 1,4 juta kita menggunakan rumus, rumus itu keluar, Bumil kita sekian, Balita kita sekian. Dari situ kita menggunakan lagi hasil mengambil data menggunakan data dari penelitian, tingkat HIV sekian, kemudian yang terkena TBC sekian. Pasti ini akan berbeda-beda,” ujarnya.
Namun dengan adanya Rakor ini menjadi hal yang luar biasa. Sejumlah pihak duduk sama-sama membicarakan, dan diharapkan akan ada konsep besar yang dijalankan. Satu data untuk semuanya.
“Misalnya kalau kita punya data yang fiks, kita sudah bisa mengerjakan banyak hal. Hal yang perlu kita juga berpikir, kita ini bekerja di dalam suasana otonomi khusus, jadi apapun yang kita buat pertanyaan besarnya berapa banyak OAP yang mendapat, intervensi dari semua program kita," ucapnya. (feb)
Bagikan artikel ini



