NABIRE - Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Nabire, Putra Aminudin, S.Kom., M.M., memberikan pengarahan penting terkait kesiapan pemberangkatan 80 calon jemaah haji asal Kabupaten Nabire. Dalam sambutannya di Gedung Islamic Center, Rabu (22/04/2026), Putra menyampaikan para jemaah dijadwalkan akan diterima secara resmi di Asrama Haji pada 9 Mei 2026, sebelum akhirnya bertolak menuju Jeddah pada 10 Mei 2026.

Mengingat pentingnya ketepatan waktu dan guna menghindari kendala teknis seperti keterlambatan jadwal penerbangan (delay), rombongan terbesar dari Nabire direncanakan berangkat lebih awal, yakni pada 7 Mei 2026. Langkah antisipatif ini diambil agar para jemaah memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat di Makassar sebelum memasuki tahapan pemeriksaan kesehatan final yang sangat menentukan.

Putra Aminudin menekankan, kesehatan adalah kunci utama dalam pelaksanaan ibadah haji yang mengandalkan fisik. Oleh karena itu, para jemaah sengaja dijadwalkan tiba lebih awal untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tahap ketiga pada 9 Mei. 

Pemeriksaan ini merupakan regulasi krusial yang menentukan layak atau tidaknya seorang jemaah untuk melakukan penerbangan internasional menuju tanah suci.

Kesiapan logistik pun dikabarkan telah mencapai tahap akhir dengan tibanya koper jemaah yang segera dibagikan. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Puskesmas Kotalama yang telah memberikan pendampingan intensif serta langkah preventif kesehatan bagi para jemaah. Sinergi ini diharapkan mampu menjaga kebugaran para tamu Allah tersebut selama rangkaian ibadah yang panjang di Arab Saudi. Penyelenggaraan haji tahun ini diakui tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire. 

Secara khusus, Putra Aminudin mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Nabire dan jajaran pemerintah setempat yang sangat responsif dalam memberikan masukan serta solusi terkait persiapan pemberangkatan. Kerja sama antarinstansi ini menjadi fondasi kuat kelancaran operasional di lapangan.

Selain dukungan pemerintah, pihak Kemenhaj juga mengapresiasi peran Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Nabire serta koordinasi yang hangat dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nabire. Keharmonisan lintas instansi ini tercermin dari semangat ‘gotong royong’ dalam mengurus umat, tanpa memandang batasan fasilitas kantor yang saat ini masih digunakan bersama.

Dalam hal bimbingan spiritual, ucapan terima kasih disampaikan kepada para kiai dan pembimbing manasik, termasuk K.H. Muhammad Darwis dan K.H. Rohimi. Mereka telah mendedikasikan ilmu dan waktu untuk membekali jemaah dengan pemahaman ibadah yang mendalam. 

Putra mendoakan agar bimbingan tersebut menjadi amal jariyah dan membawa para jemaah meraih predikat haji yang mabrur. Kepada para jemaah, Putra Aminudin berpesan agar mereka memiliki keyakinan penuh atas sahnya ibadah yang akan dilakukan. 

Ia meminta jemaah untuk tidak ragu dan fokus pada ritual manasik yang telah dipelajari. Keyakinan hati dianggap sebagai modal utama agar jemaah bisa beribadah dengan tenang tanpa terbebani keraguan mengenai tata cara yang telah ditetapkan.

Lebih lanjut, Putra memberikan peringatan tegas agar para jemaah menjaga nama baik Kabupaten Nabire dan Indonesia selama berada di luar negeri. Di era digital ini, jemaah diimbau untuk tidak fokus mencari popularitas atau membuat konten demi viralitas. “Kurangi kegiatan yang kurang bermanfaat, jangan cari viral. Fokuslah sepenuhnya untuk melaksanakan ibadah,” tegas Putra Aminudin dalam pidatonya.

Menutup arahannya, Putra meminta dukungan doa dari seluruh keluarga dan tamu yang hadir. Ia menitipkan pesan agar keluarga yang ditinggalkan membantu menjaga harta benda dan anggota keluarga lainnya di rumah, sehingga para jemaah dapat berangkat dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih. Ketenangan batin keluarga di tanah air diyakini akan sangat membantu kekhusyukan jemaah selama di tanah suci.(amd)