NABIRE – Jelang perayaan Natal dan menyonsong Tahun Baru 2018 nanti, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, menekankan beberapa poin yang perlu dipedomani dan dilaksanakan seluruh personel yang bertugas dalam operasi ‘Lilin 2017’, salah satunya pemetaan potensi kerawanan wilayah dan cara bertindak tepat, profesional dan matang. Kapolri Jenderal Polisi H Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, dalam amanatnya pada apel gelar pasukan ‘Operasi Lilin’ tahun 2017 yang dibacakan Kapolres Nabire AKBP Sony Sanjaya, S.Ik, Jumat (22/12/2017) di Mapolres Nabire mengatakan, tolak ukur keberhasilan Operasi Lilin – Matoa 2017 ini ditandai dengan terwujudnya Kamseltibcar Lantas, menurunnya angka kejahatan, tersedianya kebutuhan dan stabilitas harga bahan pokok serta tertanggulanginya dampal bencana alam. “Beberapa hal perlu saya tekankan untuk dipedomani dan dilaksanakan oleh seluruh personel yang bertugas, tingkatkan kewaspadaan dalam mencegah aksi teror dan kejahatan konvesional yang meresahkan di pusat keramaian, tempat ibadah dan lakukan pendekatan dengan elemen masyarakat guna menjaga terjadinya aksi sweeping oleh Ormas,” tekan Kapolri. Selanjutnya, optimalkan penggelaran anggota di tengah masyarakat, lakukan terobosan kreatif melalui rekayasa lalu lintas guna mengurai dan mengurangi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dan maksimalkan peran Satgas Pangan di masing-masing daerah guna mewujudkan stabilitas harga pangan dengan menggandeng instansi terkait. “Perkuat sinergitas polisional dengan seluruh stakeholders untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” harapnya.(wan)