PANIAI - Kurang lebih sekitar 2 kilo meter, Kondisi jalan penghubung Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Paniai dari Pautadi hingga puncak Gunung  Ogiyai, Distrik Paniai Barat, Kabupaten Paniai rusak parah akibat kikisan air saat hujan yang menglir ke badan jalan.

Kepala Kampung Tuwauwo, Distrik Paniai Barat, Kabupaten Paniai Papua, Elikio Boma,membenarkan adanya kerusakan jalan lantaran pengisisan air yang memakan badan jalan sekitar 2 km dari Kampung Paudide hingga puncak gunung Ogiyai.

Elikio mengaku, pada tahun 2012 pernah proyek dari propinsi masuk dan dikerjakan namun, tidak ada perawatan lanjutan sehingga badan jalan yang awalnya mulus itu tak bertahan lama. 

Tahun 2012 sempat buat baik jalan ini sampai bagus tapi kerena tidak ada perawatan jadi sekarang kondisi jalan rusak seperti begini,tutur Elikio dari balik telepon selulernya, Kamis (09/07/20).

Dikatakan Elikio,  pada tahun 2014 Pemda Paniai pernah mengaspal jalan tersebut namun, tidak sampai di puncak gunung ogiyai kurang lebih 300 meter.

Pada  tahun 2019  Pemerintah Dogiyai pun sempat mengerjakan pengaspalan tapi sampai di ujung Kampung Paudide, tak diteruskan pengaspalan sampai di gunung Ogiyai karena badan jalan yang rusak ini masuk dalam wilayah Kabupaten Paniai.

Elikio berharap berharap kepada kedua pemda  baik Dogiyai dan Paniai agar secepatnya menangani untuk memperbaiki jalan tersebut karena jalan tersebut merupakan akses utama warga setempat dan tempat mengais Nafka baik para pengojek tujuan Obono Dogiyai, Paniai, Deiyai dan Nabire. 

Jalan ini satu satunya akses darat bagi kami saat jalan, dan tempat para pengojek menggais nafkah dimana cari penumpang Obano, Dogiyai, Paniai, Nabire dan Deiyai,imbuhnya berharap.

Selain Elikio, sala satu tokoh pemuda juga pengguna jalan asal Obano distrik Paniai Barat, Yaboy mengaku, dirinya dan sejumlah pengendara motor di kawasan itu sering mengalami kecelakan jika ban motornya tergelincir dan masuk dalam lubang-lubang di badan jalan raya.

“Selama ini kami sering mengalami kecelakaan kalau ban motor masuk di got kikisan air tersebut, kami naik, turun lewat sepanjang jalan itu  sangat berhati hati, dan sering ada rasa kwatir.

Apalagi jujan, itu kami main pikul motor,” tutur Yaboy menceritakan kisahnya via telepon seluler, Kamis (09/09/20).

Lantaran itu, pemuda ini berharap Pemda dan Pemprof harus memperbaiki jalan tersebut agar akases jalan dapat normal seperti sedia kalah.

Kedua Pemda harus kordinasi dengan pemprof dalam hal ini OPD terkait  untuk memperbaiki, dan menangani jalan rusak parah ini, kerja jalan itu jangan stengah-setengah harus mengaspal dan membuat tembok anti longsor, serta bikin drainase jalur air, supaya tidak mengalir di badan jalan seperti sekarang ini,pintahnya mengingatkan. (eby)