NABIRE - Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta Hari Ulang Tahun Sekolah Dasar Negeri Dua Nabire menggelar Jalan Santai, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dan dihadiri dewan guru bersama para siswa-siswi SD Negeri 2 Nabire.

Jalan santai melintasi rute yang ditentukan pihak sekolah, yakni dari sekolah menyusuri Jalan Jenderal Sudirman sampai pada perempatan Gereja Sion kembali menyusuri Jalan Jenderal Sudirman setelah menempuh perjalanan tersebut, peserta kembali finis di halaman sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Kepsek SD Negeri 2 Nabire, Muis Ahmad, S.Pd, menyampaikan sejak tahun 1972, SD Negeri 2 Nabire berdiri kegiatan jalan santai tidak pernah ada, sehingga kegiatan tersebut merupakan perdana dilaksanakan pada tahun 2026 ini.

“Sekolah SD Negeri 2 Nabire terbangun sejak tahun 1972 dan sampai sekarang kegiatan jalan santai yang kami lakukan merupakan perdana, sehingga 54 tahun menciptakan generasi yang bukan asal-asal tapi luar biasa sekolah ini menciptakan generasi yang hebat-hebat,” ujarnya.

Lanjutnya, kegiatan jalan santai ini merupakan edukasi bapak ibu guru yang tadinya hanya mengajar di dalam kelas bisa dapat menghibur diri bergembira bersama para siswa-siswi di luar kelas.

“Dalam momen jalan santai ini saya mengedukasikan supaya bapak ibu guru yang tadinya hanya di dalam kelas, tapi mereka semuanya bisa terhibur diri, bergembira bersama anak-anak. Supaya anak-anak bisa merasa bahwa sekolah ini bukan sekedar hanya belajar di dalam kelas, tetapi sekolah ini juga bisa mengantarkan anak-anak ke luar dan bisa bergembira bersama bapak dan ibu guru,” ucap Muis.

Ahmad menegaskan SD Negeri 2 Nabire tanamkan karakter anak-anak, sehingga sekolah tanamkan karakter saling berbagi, saling menghargai baik dari sisi agama apa pun. 

“Kami tanamkan karakter anak-anak. Saat ini kita melihat bahwa sikap dan perilaku anak-anak baik di dalam sekolah maupun di jalan itu sangat-sangat memprihatinkan. Sehingga kami mengedukasikan bahwa di sini kita tanamkan karakter saling berbagi dan saling menghargai, baik itu dari sisi agama apa pun,” tutup Muis Ahmad. (luk)