Di tengah giatnya Yayasan YASEBAPER membangun lembaga pendidikan guna mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di daerah ini, ada masalah dan hambatan yang dialami. Jalan akses masuk Jalan Sinak yang berada di tengah pemukiman warga yang menjadi akses satu–satunya bagi guru dan murid butuh perhatian yang serius dari pemerintah.

Pihak yayasan, dewan guru dan masyarakat meminta agar akses jalan masuk yang ada pada saat ini harus direhab kembali dan diaspal. Sebab jika hujan, terkadang jalan tersebut menjadi berlumpur dan membuat para guru dan murid harus hati-hati saat pergi dan pulang sekolah.

“Berdirinya 4 lembaga pendidikan swasta di Kampung Lany ini sudah sekian anak-anak yang telah diluluskan. Namun kondisi akses jalan masuk di tengah pemukiman masyarakat kadang menjadi masalah dan hambatan,” kata Ketua YASEBAPER, Erikson M. Marlon Saflesa yang juga Kepala Sekolah SMP Bakidi Nabire, kepada Papuapos Nabire, Sabtu (9/9/23).

Ketua yayasan meminta agar ada kebijakan dari Bupati Nabire melalui instansi teknis terkait agar turun dan melihat kondisi jalan. Sebab jalan akses masuk ini menjadi keluhan yang terus digumuli oleh para guru dan murid di 4 lembaga pendidikan yang telah berdiri dan melulusan ratusan peserta didik baik itu TK, SD, SMP dan SMK.

Dan kases jalan masuk ini, bukan saja untuk kepentingan 4 lembaga pendidikan. Tetapi juga bagi masyarakat setempat yang setiap saat bekerja sebagai petani kebun. Dengan pembangunan akses jalan yang baik pasti hasil kebun masyarakat juga bisa diangkut dengan mudah ke pasar.

“Kehadiran 4 lembaga pendidikan ini telah berhasil mencerdaskan anak-anak bangsa. Sehingga boleh dibilang kami guru sebagai bengkel pendidikan yang tidak bisa menjadi bisa dan kami para guru berupaya semaksimal mungkin agar kelak kita bisa lihat hasilnya di tengah–tengah masyarakat,” tutur Marlon.

Disinggung soal status guru yang ada di 4 lembaga pendidikan YASEBAPER saat ini, kata Marlon, semua guru yang ada di 4 sekolah ini semuanya  guru–guru orang asli Papua dan semuanya bukan guru PNS atau guru–guru honorer yang dengan setia dan senang melayani anak-anak bangsa.

Sekedar diketahui, di bawah naungan 3 gereja besar yakni Gereja Baptis, Gereja kemah Injil dan Gereja Gidi (Bakidi) telah melahirkan sebuah yayasan yang bernama Yayasan Serikat Persaudaraan (Yasebaper). Dan lewat Yasebaper ini telah berdiri lembaga pendidikan di seputar Kampung Lany, Distrik Teluk Kimi.

Dan hingga saat ini telah berdiri TK, SD, SMP dan SMK Bakidi serta ada juga lembaga Pendidikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang telah beroperasi sekian lama. Dan direncanakan pada tahun 2024 mendatang juga akan hadir sebuah lembaga pendidikan tinggi yang pada saat ini telah dilengkapi sejumlah dokumen administrasinya. (des)