Jalan di Mapia Tengah dan Mapia Barat Rusak Berat

DOGIYAI - Jalan ke arah Kabupaten Dogiyai tepatnya di Mapia Bomomani, Adaimaida dan Modio Mapia Barat mengalami rusak berat dan belum adanya progran sejak tahun terakhir 2004 hingga 2005 silam dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Dogiyai.
Selain itu, program perawatan jalan dan pemeliharaan badan jalan oleh DPU juga tidak berjalan baik, lantaran adanya rotasi dan pergantian Kepala Dinas PU Dogiyai tak mudah di daerah pegunugan ini.
Belum lagi karena banyak medan yang berat, curah lereng gunung dan rawan bencana, seperti longsor dan lainnya. Belum lagi gangguan pekerjaan.
Dampak yang terasa dalam kehidupan masyarakt di daerah ini, pembukaan isolasi daerah tanpa perencanaan yang matang, baik soal akses jalan yang baik disiapkan pemerintah sebagai infrastruktur dasar mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Warga masyarakat masih mengeluh. Hal vital dibutuhkan warga soal akses jalan ini untuk menyelamatkan masyarakat. Warga di Distrik Mapia Tengah dan Mapia Barat, mobil masih belum bisa sampai masuk kedua distrik tersebut.
Sebelumnya jalan lancar itu sebagai alat penunjang pembangunan masyarakat. Kegiatan pemerintahan distrik juga pembangunan di bidang kesehatan masih saja terganggu.
Hal itu dikatakan Kepala Puskesmas Mapia Tengah (Mateng), Marius Boga, beberapa waktu lalu kepada media ini di Moanemani. Beda dengan Mapia Barat di Jembatan Kali Pogi, bila banjir warga tidak bisa menyeberang kali yang deras itu.
Dibutuhkan koordinasi menyeluruh antara tiga kepala distrik dan 12 kepala kampung, DPRD dan pemerintah untuk berubah menolong masyarakat dan komunikasi sangat vital membangun daerah tertinggal.
Sekitar 24 kampung tersebar di lima distrik di Mapia belum menikmati atau bisa mengangkut jualan (hasil kebun) mereka ke tempat tujuan. Sementara akses jalan yang rusak, kata Kakam di Mapia, di kantor perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dogiyai buku–buku pelajaran sebagian masih tertinggal di kantor ini.
Kepala dinas dan Kabid, Obet Magai, S.Th, mengatakan, bila ada kesempatan, Kakam dan warga bersepakat mengambil buku–buku dimaksud. Seperti Kampung Abaimaida, Piyakunu, Diyeugi, Modio Putapa sudah dibawah separuh dari itu tersisa di Moanemani, Dogiyai.(don)
Bagikan artikel ini



