NABIRE - Bertempat di ruang dewan guru pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Nabire, Rabu (15/07/2026) kemarin, telah dilaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah (Kepsek), dari pejabat lama Yanus Arwam, S.Sos, kepada pejabat baru Isak Pigai, S.Pd, yang disaksikan langsung oleh 35 tenaga pendidikan dan kependidikan.

Pada kesempatan tersebut pejabat lama Kepsek SMAN 1 Nabire, Yanus Arwam, dalam sambutannya mengatakan, semua guru SMAN 1 Nabire diharapkan mendukung kepala sekolah yang baru, dengan demikian semua dewan guru harus tetap punya semangat untuk membangun dunia pendidikan.

Untuk itu, akunya selaku pribadi yang telah diberikan kepercayaan oleh pemerintah memimpin jabatan Kepsek di SMAN 1 Nabire kurang lebih dua tahun lamanya, menyampaikan permohonan maaf kepada semua dewan guru apabila dalam kekemimpinannya mungkin saja ada kata maupun hal–hal yang kurang berkenang di hati bapak dan ibu guru.

Sementara itu, Kepsek Isak Pigai, juga dalam sambutannya mengatakan, sekolah ini sangat besar jumlah muridnya, maka untuk mengelola sekolah yang besar ini harus dalam bentuk tim barulah bisa memajukan dunia Pendidikan. Dengan istilah ‘berat sama dipikul, ringan sama dijinjing’.

“Pada 32 tahun lalu kehadiran saya di SMAN 527 Nabire kala itu sebagai murid dan kini saya kembali dipercayakan sebagai Kepsek di SMAN 1, dengan demikian kehadiran saya di SMAN 1 saat ini untuk melayani dan persoalan jabatan bukanlah sesuatu yang melekat, tetapi ini merupakan rancangan Tuhan bagi saya soal jabatan,” ujarnya.

Dan selaku pribadi, Isak Pigai juga telah mengakui Yanus Arwam yang punya jiwa besar, sehingga dapat menyerahkan jabatan Kepsek kepadanya dan Yanus Arwam telah meletakkan dasar yang sangat luar biasa, di mana SMAN 1 Nabire telah ditunjuk sebagai sekolah model. 

“Sehingga saya mengajak semua guru marilah kita melanjutkan apa yang telah diperjuangakan. Untuk itu sebagai pesan akhir saya pada kesempatan ini untuk kita semua, bahwa sekolah ini sangat besar, maka selaku Kepsek yang baru meminta kepada semua untuk menegakkan kedisiplinan yang lebih diutamakan untuk memajukan dunia Pendidikan,” tandasnya. (des)