Investor yang Masuk di Papua Harus Tangguh
Jayapura,- Papua tidak sama dengan pulau Jawa, sehingga sehebat-hebatnya investor yang sukses di Pulau Jawa belum tentu sukses di Tanah Papua. Demikian diakui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Papua, Purnama, MPIA, ketika ditemui di ruang kerjanya, kem
Bagikan
Jayapura,- Papua tidak sama dengan pulau Jawa, sehingga sehebat-hebatnya investor yang sukses di Pulau Jawa belum tentu sukses di Tanah Papua. Demikian diakui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Papua, Purnama, MPIA, ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Menurutnya, Provinsi Papua mempunyai tantangan berat jika mau melak
ukan investasi. Oleh sebab itu, investor yang ingin masuk ke Papua harus benar-benar tangguh dan tahan banting.
Terkait dengan hak ulayat, kata Purnama, hak ulayat di Papua dulu menjadi masalah serius yang dihadapai oleh para investor yang mau berinvestasi di tanah Papua. Namum, seiring dengan pendekatan yang dilakukan oleh para investor, masalah tersebut sudah dapat diatasi.
Ia mengatakan, masalah hak ulayat pasti ada, tetapi sudah tidak seperti dulu. Karena investor sekarang kita di BKPM sudah tidak menerima laporan soal hak ulayat lagi. ‘’Kita sudah punya strategi, setiap investor yang masuk harus melakukan presentasi secaa detail di depan SKPD terkait,’’ ujarnya.
Dimana, investor bukan saja mencari keuntungan di Papua, tetapi masyarakat juga harus menerima manfaat dari situ. Makanya, sebelum investor masuk, kita minta untuk lakukan invetasi terlebih dahulu. Sehingga kita juga bisa berikan masukan dan saran.
Jadi, kita tidak memberikan investor itu presentasi ulang, kita mau sekali dan data yang falid. Dan sebelum mengurus ijin kita sarankan untuk turun terlebih dahulu untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat,’’ tuturnya.
Lanjut Purnama, selain melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat, beberapa investor juga sudah merekrut beberapa putra daerah setempat untuk di magangkan di Kalimantan. Setelah itu, ketika kembali ke Papua bukan lagi menjadi karyawan biasa, tetapi sudah menjadi trainer. ‘’Dan ini jaminan dari para investor kepada masyarakat jika mereka serius untuk mempekerjakan masyarakat setempat, dan ini model investor yang mau berinvestasi di Papua,’’ tutupnya.
Bagikan artikel ini



