SUGAPA - Pemerintah Kabupaten Intan Jaya telah siap melaksanakan program pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Namun terlebih dahulu yang perlu dibenahi adalah fasilitas dan persiapan tenaga medis yang memadai, terutama tenaga–tenaga petugas kesehatan yang berstatus dokter. Karena program itu kapan saja bisa dijalankan, tetapi paling tidak gedung dan tenaga itu yang perlu disiapkan lebih awal.  Sebab dalam program kesehatan gratis ini akan dibagikan kartu kesehatan gratis kepada masyarakat. Dan semua program ini akan dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan bersama para petugas kesehatan dokter, suster, mantri dan petugas kesehatan lainnya. “Selain menjalankan program pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, saat ini juga pemerintah telah memprogramkan pembangunan rumah sakit tipe D dan rencana awal akan dilakukan pelepasan tanah atau areal yang nantinya dibangun rumah sakit tersebut. Sehingga program pembangunan rumah sakit merupakan program yang pastinya dapat disukseskan,” kata Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M,Si kepada Ppauapos Nabire, Selasa (20/2) di Sugapa.Ditambahkannya, sekarang kita fokuskan mendatangkan dokter-dokter bersama suster dan mantri guna mensukseskan program pelayanan kesehatan gratis.  Tenaganya kita siapkan bersama fasilitas gedung dan perabot–perabot obat dan fasilitas lainnya.Untuk itu dalam mensukseskan pelayanan kartu pelayanan kesehatan gratis ini, bupati selalu membangun komunikasi bersama Kepala Dinas Kesehatan. Karena secara teknis Dinas Kesehatan yang lebih tahu persis tahu pasti. Sehingga dalam penataan gedung dan kekurangan tenaga medis akan selalu menjadi tugas dan tanggung jawab Dinas Kesehatan.Dan pelayanan kesehatan kartu gratis ini akan tersebar dibagikan ke masyarakat yang ada di distrik-distrik. Sehingga mereka ketika sakit dan datang berobat harus benar-benar ada obat dan juga ada tenaga medis yang siap melayani mereka.  Karena rata-rata masyarakat yang sakit itu datang ke rumah sakit hanya ingin sembuh.Untuk itu bukan saja pelayanan kesehatan gratis diterapkan dan dijalankan.  Tetapi pemerintah Kabupaten Intan Jaya juga sedang berpikir untuk memberikan biaya atau dana intensif bagi para petugas kesehatan, baik itu dokter sebagai tenaga profesi dan mantri serta suster yang nantinya akan bertugas di Kabupaten Intan Jaya. (Erens E. Rumbobiar)