Ini Isi Kepala Cabup FX Mote Soal Bantuan Pendidikan
NABIRE – Beberapa waktu lalu sempat menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat ketika calon bupati nomor urut 3, Drs. Fransiscus
NABIRE – Beberapa waktu lalu sempat menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat ketika calon bupati nomor urut 3, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, akan memprogramkan mahasiswa digratis kuliah di USWIM.
Pro dan kontra muncul menanggapi bahan kampanye Paslon nomor urut 3 ini.
Konfirmasi media ini kepada FX Mote, dituturkan, USWIM merupakan salah satu perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Nabire dan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Jika USWIM ada di Nabire, maka perhatian dan komunikasi dengan pemerintah Kabupaten Nabire tidak bisa dilepaskan begitu saja.
Sekalipun USWIM punya otonomisasi kampus sendiri,” tutur FX Mote.
Lebih lanjut dikatakan, di dalam UUD 1945 sejumlah pasal mengatur soal tanggung jawab pemerintah, di dalamnya ada pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun pusat.
Fakir miskin, anak-anak terlantar, orang yang susah, mencerdaskan kehidupan bangsa dan lainnya, itu menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Jadi yang dididik di USWIM itu kan warga negara Indonesia yang ada di Nabire.
Yang sempat saya sampaikan itu sebetulnya banyak maksudnya.
Tapi mungkin Pak Rektor ataupun masyarakat melihatnya hanya secara umum,” tuturnya.
Dituturkan, USWIM menampung beberapa mahasiswa yang berasal dari beberapa kabupaten.
Sementara untuk pemerintah Kabupaten Nabire itu bertanggung jawab untuk 15 distrik yang ada di Nabire.
Pemerintah Kabupaten Nabire tidak bertanggung jawab terhadap mahasiswa yang merupakan masyarakat dari Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan daerah lain yang saat ini ada di Nabire.
Yang kuliah di USWIM bukan berarti otomatis menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Nabire.
Tetapi mengutamakan masyarakat Nabire, alias penduduk Nabire yang ber-KTP Nabire.
Namun tidak hanya itu persyaratannya, teapi ada klasifikasinya.
Yang utama adalah anak dari warga petani dan nelayan yang kemampuan ekonominya butuh bantuan.
“Nanti ada klasifikasinya.
Masa pejabat punya anak gratis sih ?” tuturnya.
Ditegaskan, mahasiswa yang dibiayai pemerintah Kabupaten Nabire yang kuliah di USWIM itu ada kriterianya.
Pertama, benar-benar mereka adalah warga yang ada di 15 distrik Kabupaten Nabire.
Kedua, tentunya mereka yang orang tuanya miskin atau disesuaikan dengan tingkat pendapatan orang tua.
“Jadi tidak semuanya digratiskan.
Dan juga yang menjadi perhatian terutama mereka yang cum laude dan juara-juara di kampus itu tentu jadi perhatian.
Yang dimaksud beasiswa atau gratis kuliah itu dengan kriteria,” tutur FX Mote.
Selain itu, dirinya juga akan melakukan kerjasama dengan pemerintah kabupaten lain yang mahasiswanya ada di Nabire.
Seperti Pemda Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak dan kabupaten lainnya, supaya masing-masing pemerintah daerah juga ikut menyumbang uang ke kampus.
“Jadi kerjasama kita antara Pemkab-Pemkab ini akan meringankan beban dari rektorat,” tuturnya.
Program ini, tegas FX Mote, pihak USWIM tidak dirugikan tetapi justeru akan dipermudah karena pemerintah daerah yang membiayai masyarakatnya yang kuliah.
“Kita akan hibah atau subsidi dalam bentuk uang ke kampus untuk meringkankan operasional kampus.
Sebagai contoh, jika biaya kuliah 10 juta, kalau pendapatan orang tua mampu membayar 7 juta berarti 3 juta yang ditanggung Pemda.
Kalau yang tidak mampu sama sekali itu yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemda.
Tidak ada yang gratis di dalam suatu dunia pendidikan.
Pendidikan itu mahal, kesehatan itu mahal, namun masyarakat itu beda-beda pendapatannya, disitulah pemerintah hadir untuk menjamin mashyarakat yang tidak punya apa-apa, mempermudah mereka agar mereka bisa mendapatkan pendidikan layak,” tuturnya.
“Jadi Pemda Nabire tidak mengambil alih USWIM.
Tapi USWIM tetap melaksanakan kegiatan dengan dia punya otonomi kampus, namun kita hanya berikan bantuan kepada mereka,” tambahnya. (ros)
Bagikan artikel ini



