JAYAPURA – Pelantikan 14 anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) Papua masih ditunda karena terbentur anggaran perubahan dan tata tertib (tatib). Meski Ketua DPR Papua, Yunus Wonda menyatakan, surat keputusan untuk pelantikan 14 anggota dewan dari jalur pengangkatan itu sudah ada. “Namun selama ini pelantikan belum dilaksanakan lantaran terbentur anggaran perubahan dan tata tertib,” kata Ketua DPR Papua, Yunus Wonda, Selasa (19/9).Ia menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dilaksanakan untuk pelantikan ke 14 anggota dewan wakil rakyat itu. Di antaranya terkait keuangan atau anggaran. “Kami dengan tim anggaran eksekutif sepakat dan anggarannya bisa dilaksanakan baru hari ini,“kata Yunus, menambahkan.Yunus juga sudah membahas perubahan nomenklatur dalam tatib untuk proses pelantikan anggota dewan itu. Meski begitu Yunus mengaku pembahasan tatib itu masih proses sehingga belum disahkan."Harus disahkan di sidang peripurna. Kalau belum disahkan penganggaran mereka belum bisa. Ini harus dipahami oleh teman-teman 14 kursi,” kata Yunus menjelaskan.Saat wawancara Yunus menyatakan tak seorang pun anggota dewan Papua yang alergi dengan 14 orang yang menduduki kursi yang hendak dilantik itu. Ia beralasan calon terpilih adalah anak asli Papua. Menurut dia, pelantikan tinggal menunggu waktu, jika semua selesai sesuai jadwal pasti akan dilantik."Yang ditunggu lama inikan APBD perubahan dan baru hari ini kami sepakat dan bisa dilaksanakan," katanya.Hal itu diakui berdampak pada 14 kursi yang molor dilantik. Ia berharap 14 orang anggota dewa bersabar. (ist)