NABIRE - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dalam wawancaranya mengatakan, ia menyadari di Papua ini daerahnya terpencil-pencil dan ia dengar tadi di Papua Tengah ada 1.215 kampung, secara umum di Papua ada 7.000, jadi ia ingin menjangkau seluruh kampung tersebut.

“Jadi nanti mekanisme pelayanannya dibawa oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPBG) ke kampung-kampung, tetapi kemudian di kampung-kampung kami libatkan semua tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan nanti yang memasak mama-mama di kampung-kampung,” ucap Dadan dalam wawancaranya bersama media di Kantor Gubernur Bandara lama, Selasa (12/8/2025) lalu.

Ia berharap, bahan baku untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) diproduksi di kampung masing-masing, sehingga potensi ekonomi di daerah meningkat, pertanian maju, peternakan maju, perikanan maju dan ketahanan pangan dimulai dari yang paling basic di kampung masing-masing, sehingga nasional nanti akan lebih ringan.

Perihal anggaran, Dadan Hindayana menjelaskan, kalau MBG semua akan berasal dari pusat dan BGN sudah memperhitungkan indeks kemahalan, kalau di Jawa rata-rata Rp10.000, kalau di Papua ada yang Rp60.000. 

“Berapa pun bahan baku yang dibutuhkan biayanya akan kami biayai. Kami hanya mengelola keuangannya saja,” tegasnya.(edi/yessua nobble)