Ingin Berinvestasi di Papua, Perusahaan Jepang Temui DPRP
Jayapura - Salah satu perusahaan terbesar di dunia adal Jepang, Toyota berniat untuk menanam modal di Papua. Untuk itu perwakilan perusahan tersebut menemui Dewan Peerwakilan Rakyat Papua (DPRP) guna meminta dukungan, Selasa (11/9) kemarin siang.Wakil Ketua I DPRP, Yunus Wo
Bagikan
Jayapura - Salah satu perusahaan terbesar di dunia adal Jepang, Toyota berniat untuk menanam modal di Papua. Untuk itu perwakilan perusahan tersebut menemui Dewan Peerwakilan Rakyat Papua (DPRP) guna meminta dukungan, Selasa (11/9) kemarin siang.Wakil Ketua I DPRP, Yunus Wonda SH usai melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan perusahaan Toyota mengatakan, kedatangan mereka guna meminta dukungan dalam rangka rencana mereka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) pada beberapa daerah di Papua.
“Mereka ini dari perusahaan Toyota. Mereka ingin membeli gas di LNG Bentuni dan membangun PLTA di beberapa daerah di Papua. Jadi mereka yang beli dan mereka yang suplai lewat PLN. Mereka hanya minta dukungan kepada kami untuk mendorong secara politis dan meminta ke Gubernur memberikan rekomendasi yang ditujukan kepada menteri, guna mendukung kegiatan ini,†kata Yunus Wonda.Menurutnya, semua fasilitas dan pembiayaan akan ditanggung oleh perusahaan tersebut. Sehingga pihaknya melihat ini sesuatu hal yang positif karena menyangkut kebutuhan orang banyak. “Ini jadi prioritas karena mereka hanya butuh dukungan. Untuk pembiayaan sepenuhnya ditanggung mereka. Selain meminta dukungan mereka juga hanya meminta kami menyiapkan lahan, paling hanya seluas lapangan basket. Mereka juga tidak membeli hanya kontrak dengan masyarakat setempat. Mereka tertarik untuk membuat sesuatu di Papua,†ujarnya.Ia menjelaskan, ada beberapa daerah di Papua dan Papua Barat antara lain, Sorong, Manokwari, Biak, Nabire, Sarmi dan Jayapura. Untuk pegunungan memang belum karena ini menggunakan gas yang lebih banyak mengunakan kapal laut dalam pengangkutannya. Pihak perushaan sendiri menyampaikan tiga alternafif, yakni gas, matahari, dan air terjun. “Namun yang lebih difokus dulu setelah itu ke yang lainnya. Tapi intinya mereka tidak mau bicara banyak akan programnya, yang mereka butuhkan adalah bagaimana ada surat rekomendasi dukungan dan langsung dilakukan. Target mereka paling lama 3 tahun sudah rampung. Tapi kalau sisi administrasinya sudah berjalan normal paling lama 2,5 tahun sudah selesai. Mereka menanam saham sebesar sekitar 10 ribu US Dollar. Tapi initinya kami DPRP sangat mendukung karena ini kepentingan rakyat dan semua yang ada, sehingga Pemprov juga harus mendukung, tandas Yunus Wonda. (Tiara)
Bagikan artikel ini



