INTAN JAYA – Guna meluruskan dan memberikan penjelasan kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Intan Jaya pasca dilaksanakan pemeriksaan Rapid Test di Sugapa beberapa hari lalu, dokter Imelda Dimara menegaskan, diagnosis Covid-19 tidak ditentukan oleh rapid test, tetapi tetap rapid test sangat penting guna memutuskan mata rantai penularan dan sebagai dasar untuk melanjutkan ke pemeriksaan lebih lanjut (PCR).

Mewakili Team Covid, media centre Kabupaten Intan Jaya, Kabag Humas dan Protokol Intan Jaya, melalui salah satu Kasubagnya melalui sambungan telepon selulernya kepada media ini menerangkan, saat ini banyak isue berkembang di tengah-tengah masyarakat Intan Jaya terkait kesimpangsiuran soal tes dimaksud.  Sehingga, dirinya mewakili dr. Imelda Dimara meneruskan untuk perlunya pemberian pemahaman kepada masyarakat menyangkut hal tersebut.

Dan selanjutnya, dr. Imelda menekankan, untuk menentukan benar atau tidaknya seseorang telah terinfeksi virus corona setelah dilakukan pemeriksaan swab tes atau PCR. Dokter Imelda selaku Koordinator Media Centre Gugus Tugas Covid-19 di Sugapa menjelaskan, kita selaku tim gugus tugas Covid-19 Intan Jaya perlu memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa rapid test itu bukan tolak ukuran untuk menentukan apakah seseorang itu dinyatakan positif corona.

Sehingga, hasil diagnosis Covid-19, sekali lagi tambahnya, tidak di tentukan oleh rapid test. Rapid test itu skening awal untuk melihat anti bodi (imunitas tubuh) seseorang dan sangat penting guna memutuskan mata rantai penularan dan sebagai dasar untuk melanjutkan ke pemeriksaan PCR, dalam  menentukan benar atau tidaknya seseorang terinfeksi Covid-19. Sehingga penduduk dapat dengan sukarela menjalankan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang berada di Kabupaten Intan Jaya, untuk itu sangat diperlukan perhatian dan bantuan serta kerjasama masyarakat dalam hal itu.

Untuk sekedar diketahui, sejauh ini dari tim gugus tugas Covid-19 di Sugapa, imbuhnya, sangat minim akan APD dalam melaksanakan pemeriksaan ataupun menangani bidang medis dan memberikan imbauan langsung ke masyarakat.  Alat Pelindung Diri atau APD di Sugapa sangat terbatas dan kalau mau jujur sangat kurang, sehingga dalam penerapan imbauan dan pemeriksaan medis di tim gugus tugas Covid-19 Intan Jaya, di Sugapa belum terlaksana maksimal. Sehingga sangat mengharapkan kepada pihak pemerintah untuk dapat memperhatikan hal tersebut nantinya.(wan)